Hyundai Indonesia Bakal Rilis 4 Mobil Baru, Temasuk Satu Mobil Listrik

Hingga tahun 2022 mendatang, Hyundai Indonesia berencana merilis 4 mobil baru. Satu dari empat mobil baru tersebut merupakan mobil listrik.

Kamis, 15 Juli 2021 16:15
Hyundai Indonesia Bakal Rilis 4 Mobil Baru, Temasuk Satu Mobil Listrik Hyundai buka dealer di Lotte Shopping Avenue Jakarta (Merdeka.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Pada Mei 2021 lalu, pabrik baru Hyundai Indonesia di Cikarang sudah mulai melakukan pilot produksi. Rencananya, Hyundai akan merilis satu mobil baru hasil dari pabrik Cikarang pada akhir tahun ini.

Kabar ini disampaikan oleh Chief Operating Officer Hyundai Motor Asia Pacific, Lee Kang Hyun, dalam acara Investor Daily Summit, Rabu (14/7/2021). "Pada tahun depan, Hyundai Indonesia akan memasarkan dua mobil baru berteknologi mesin konvensional (ICE) dan satu mobil listrik (BEV)," ungkap Lee.

Lebih lanjut, Lee menyebut akan mulai memasarkan mobil baru itu pada Maret 2022. Mobil baru ini merupakan unit hasil perakitan pabrikan Indonesia atau Completely Knock Down (CKD).

 

1 dari 3 Halaman

Hyundai melihat pasar mobil listrik di Indonesia sangat besar di masa mendatang. Optimisme ini tentu sangat bergantung dengan kebijakan pemerintah. Karena seperti di negara-negara lain di dunia, mereka memberikan subsidi pada mobil listrik.

"Pemerintah Indonesia belum memberikan subsidi untuk mobil listrik, sehingga perlu kebijakan untuk mendorong mobil listrik semakin banyak di jalan Indonesia," katanya.

Lee mengapreasiasi kebijakan baru pemerintah, yakni Peraturan Pemerintah No 74/2021 tentang tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Sebab PP No 74 ini memberikan keringanan berupa tarif PPnBM 0 persen untuk mobil listrik, sehingga mobil listrik akan memiliki harga jual lebih murah dibandingkan harga jual mobil bermesin konvensional.

2 dari 3 Halaman

Di PP ini dalam tahap kedua pemerintah berencana menambah tarif PPnBM mobil bermesin konvensional sehingga ke depan harga jual mobil konvensional akan lebih mahal dibandingkan mobil listrik.

"Kami juga mengusulkan komponen pajak Beabalik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang 0 persen bersifat nasional, karena selama di baru Pemda Jakarta yang menerapkan BBNKB 0 persen mobil listrik," katanya.

Usulan kedua, lanjut dia, pembangunan stasiun pengisian daya diwajibkan terutama untuk pembangunan gedung perkantoran dan apartemen baru seperti di luar negeri sehingga fasilitas pengisian daya untuk mobil listrik di Indonesia semakin banyak.

 

3 dari 3 Halaman

Berdasarkan laman resmi Hyundai Indonesia, Indonesia akan menjadi negara pertama di ASEAN yang menjadi lokasi Pusat R&D Hyundai. Saat ini Pusat R&D Hyundai hanya ada di Korea Selatan, Jepang, China, dan India. Selain itu, Hyundai juga membangun Pusat R&D di Jerman dan Alabama, California serta Detroit di Amerika Serikat.

Pembangunan R&D itu masuk dalam rencana Hyundai menginvestasikan dana US$ 1,55 miliar atau setara Rp 22 triliun untuk mengembangkan pusat manufaktur pertama di ASEAN, tepatnya di Kota Deltamas, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Pabrik ini sendiri dibangun di lahan seluas 77,6 hektare yang akan dioperasikan oleh PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI).

Rencananya, pabrik tersebut memulai produksi komersial pada paruh kedua 2021 dengan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun, dan meningkat menjadi 250.000 unit setiap tahun untuk kapasitas maksimumnya. Pabrik ini aken membuka lapangan kerja sebanyak 5.000 tenaga kerja.

Penulis: Syakur Usman

Sumber: Merdeka.com

(kpl/tys)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami