Honda: Kalau Kartel, Mana Mau Brand Lain Jualan di Indonesia

Pihak Honda Astra Motor menganggap, jika ada kartel, merek lain tidak mungkin mau terjun di Tanah Air.

Sabtu, 23 Juli 2016 13:15
Foto: Nazar ray
Editor : Fitradian Dhimas

Otosia.com - Ramainya kabar Honda dan Yamaha berkartel dengan meninggikan harga skutik masing-masing dinilai menyisakan kejanggalan, terutama bagi pihak yang dituding.

Dalam hal ini, pimpinan Astra Honda Motor melihat bahwa tudingan yang disampaikan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) lemah.

"Jadi, sebenarnya tuduhan KPPU itu lemah. Kalau dilihat dari fakta-faktanya," kata Deputy Head Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbudin.

Menurut dia, tudingan ini menjadi tidak logis karena jika demikian maka tidak akan ada brand yang mau bermain di pasar Indonesia.

"Kalau benar ada indikasi kartel tidak akan ada pabrikan-pabrikan baru masuk ke indonesia. Mereka kan berpikir berkali-kali, gue mau masuk Indonesia nih tapi udah di kartel ini oleh Yamaha dan Honda," ujarnya.

Seperti dikabarkan, Honda dan Yamaha dituding menjadi kartel dagang dengan menentukan harga skutik secara bersama-sama. Menurut KPPU, harga produksi skutik Honda sebenarnya berada di angka Rp 7 juta-Rp 8 juta.

Namun, harga jual (untuk sejumlah model) menjadi Rp 15 juta dan dinilai terlampau mahal.

KPPU pun curiga bahwa Honda dan Yamaha bekerja sama agar mondorong harga jual skutik menjadi berada di level tersebut agar masing-masing memperoleh keuntungan tinggi.

BERITA TERKAIT LAINNYA

(kpl/why/fid/fdk)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami