Honda Astrea Prima, dari Motor Harian Jadi Motor Incaran

Honda Astrea pernah menjadi motor populer untuk motor harian di era 90-an. Kini menjadi motor yang paling diincar.

Jum'at, 23 Juli 2021 18:45
Honda Astrea Prima, dari Motor Harian Jadi Motor Incaran Honda Astrea Prima istimewa. (Otosia/Arendra Pranayaditya)

Editor : Arendra Pranayaditya

Otosia.com - Motor bebek kini sudah tak sejaya seperti zaman dahulu. Kehadiran skuter matik yang lebih praktis membuat motor berkopling ini harus mengalah dalam bidang penjualan.

Namun, satu hal yang motor-motor zaman ­now tidak bisa tirukan adalah gaya. Motor kekinian cenderung memiliki bahasa desain yang sporti dan modern, penuh tarikan garis dan liku.

Contoh saja Honda Astrea Prima yang telah menemani banyak keluarga Indonesia pada tahun 90an.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 dari 11 Halaman

Motor ini dulunya banyak dipakai harian dan sempat disebut ‘motor guru’, karena memang banyak dipergunakan oleh para abdi negara itu.

Foto Honda Astrea Prima

Otosia pun turut bernostalgia ketika melihat langsung Honda Astrea Prima simpanan keluarga Cahyanto Arie Wibowo, Head of Growth KapanLagi Youniverse.

Motor lawas itu merupakan hasil jerih payah dan sarana mobilitas pertama almarhum ayah Arie, Marcellus Bambang Giyatto dan keluarganya.

2 dari 11 Halaman

Sang ayah membelinya dengan harga Rp 1.650.000 tahun 1990 silam. Bila dikomparasikan dengan pasar zaman sekarang, harganya bisa sampai puluhan juta. Bahkan ada yang sempat menawarkan sampai Rp 30 juta.

Tertarik dengan motor harian incaran pecinta roda dua klasik? Yuk simak detailnya.

3 dari 11 Halaman

Eksterior

Lampu depan, electric starter dan speedometer.

Kondisi fisik motor masih sangat menawan tiada bercak penanda termakan usia. Mayoritas parts pun masih orisinal. Makin menjadi idaman.

Ayahanda Arie patut diacungi jempol untuk dedikasinya merawat kendaraan kesehariannya. Pada tahun 2021 ini, secara keseluruhan motor masih terlihat kinclong.

Lampu-lampu berfungsi semua, termasuk lampu senja bersebelahan lampu sein pun tetap normal. Khasnya motor lawas lampu Astrea Prima ini akan lebih terang jika digas dari posisi idle-nya. Terlebih lagi dengan desain yang mengotak meningkatkan kesan retro yang kental.

4 dari 11 Halaman

Dibalik mika speedometer yang buram karena usia, motor ini baru menempuh jarak 29.029km sepanjang hidupnya. Arie menjelaskan bahwa ayahnya enggan membawa motor itu pergi jauh.

(Kiri) Stiker dan emblem lengkap dan (Kanan) Jok

Jok masih asli pabrikan meski sudah mulai "licin" akibat pemakaian. Spion pun masih orisinal dengan logo ‘Honda’ lawas yang sudah tidak ditemukan pada motor-motor buatan Honda saat ini.

Stiker-stiker dan emblem pun masih terlihat di seluruh bodi motor, seperti stiker samping, logo Astrea Prima, emblem econo power dan logo CDI cycle yang sayangnya sedikit lecet karena usia.

Hebatnya, untuk motor tahun 90an Honda Astrea Prima sudah menggunakan electric starter. Fitur tersebut sangat jarang ditemukan pada motor di kelasnya maupun generasinya.

5 dari 11 Halaman

Fitur Keselamatan

Suspensi depan belakang canggih.

Pada eranya, fitur keselamatan standar masih terbilang sangat sederhana. Tapi, khusus Astrea Prima sudah lebih dari cukup dibandingkan motor lain pada generasinya.

Suspensi depannya sudah teleskopik yang menghilangkan rasa ‘mengangkat’ saat mengerem. Teknologi ini pertama kali ditanamkan Pada seri Astrea Prima, karena sebelumnya seperti pada Astrea Star, masih memakai model lengan ayun.

Terlebih lagi suspensi belakang bisa disetel menurut keingingan dan kebutuhan pemilik. Fitur yang hilang pada mayoritas motor modern saat ini. Fitur keselamatan lain adalah klakson lawas dengan bunyi khas motor tahun 90an. Di eranya, rem tromol masih banyak dipakai. Pun kecepatannya nggak seperti sekarang. Jadi lumrah.

6 dari 11 Halaman

Perawatan

Bicara soal perawatan, pemakaian motor hanya sebatas ringan-ringan saja. Paling jauh ke Pasar Minggu atau gereja.

Keluar kota pun tidak pernah. Arie menjelaskan bahwa menggunakan motor pasti lelah, jadi keluarganya lebih memilih kendaraan umum untuk perjalanan jauh.

Agar selalu prima seperti namanya, Ari rajin membawanya servis ke bengkel Astra Honda Cilandak KKo. Menurut Arie, bengkel tersebut memiliki montir ahli untuk menangani motor klasik. Tak heran di sana banyak ditemui motor-motor lawas yang masih terlihat menawan.

7 dari 11 Halaman

Mesin

Mesin yang irit.

Meski bestatus Completely Knocked Down (CKD), mesin Astrea Prima masih diimpor dari Jepang. Kualitasnya pasti beda, terlebih harus diimbangi dengan bahan bakar beroktan tinggi.

Dapur pacu Honda Astrea Prima berkapasitas 95cc dengan semburan tenaga 8.7hp. Untuk pengapian mesin, motor itu menggunakan CDI. Sistem pendinginannya memakai udara.

Mesin ini tergolong sangat irit berkat teknologi econo power. Dengan bensin Pertamax, Arie cukup mengisi Rp 20 ribu saja. Berhubung pemakaian motor cukup ringan, konsumsi BBM ada di kisaran 1:50 sampai 1:60.  

Ditambah dengan sistem pembakaran mesin empat tak, motor ini ngak bikin pusing soal oli samping. Suranya juga halus, tak harus meraung-raung. Tapi pastinya tidak akan bisa sehalus mesin full injeksi modern.

8 dari 11 Halaman

Saat ditanya kenapa tidak servis di bengkel terdekat, dia menjelaskan prinsip Ayahnya yang patuh pada standar dari pabrikan. Maksimal, paling Arie hanya mengganti ban saja karena versi orisinalnya sulit ditemukan.

Mesin 4 tak dan CDI

"Usahakan barang tersebut adalah orisinil dan kalau diservis itu memang sesuai dengan pabrikannya, kalau tidak sesuai pabrikannya mungkin sekedar ganti ban aja tidak apa-apa. Selain itu lebih baik sesuai (standar) pabrikan," jelasnya.  

Bukannya tidak percaya pada brand lain, hanya saja Honda tentu sudah meluangkan banyak dana dan waktu untuk riset standar motor tersebut, mulai dari servis atau pun spare parts-nya. Jadi kualitas bangunnya pasti terjaga.

"Kalau kamu beli barang, pabrikan sudah melakukan riset, kalau kamu apa-apain malah rusak sendiri, kalau servis mending di tempat yang benar," ucap Arie.

9 dari 11 Halaman

Untuk biaya servis berkala (ganti oli enam bulan sekali) tidak sampai Rp 100 ribu termasuk jasanya. Namun untuk servis besar seperti ganti busi dan lainnya membutuhkan dana lebih banyak.

Pajak motor tergolong murah, per tahunnya hanya membayar Rp 94.000. Sebagai komparasi Honda Vario 125 tahun 2011 dikenakan pajak Rp 225.500 setiap tahunnya.

Sisi samping Astrea Prima

Meski kondisi motor tetap istimewa, spare parts-nya pun punya usia. Berikut adalah komponen-komponen yang sudah diganti:

  • Aki kecil – tidak sampai Rp 200 ribu
  • Ban baru
  • Karet pijakan kaki – Rp 15 ribuan
  • Knalpot ganti karena umur, tentunya orisinal

10 dari 11 Halaman

Honda Astrea Prima Penuh Kesan

Selayaknya kendaraan harian banyak orang, hal yang membedakan satu motor dengan yang lain terletak pada kenangan dan cerita masa lalunya bersama motor tersebut.

Arie sendiri masih ingat betul dengan pengalaman pribadinya ketika sedang bersama motor kesayanagannya itu.

Usai halal bihalal di tempat saudaranya, keluarga Arie terjebak macet total. Karena tidak ada ruang untuk bergerak, motor itu pun diangkat ke trotoar dan didorong.

Kisah lain mencakup ketika ia pertama kali belajar naik motor bersama ibunya dan masa kecilnya saat berangkat ke gereja bertiga.

 

11 dari 11 Halaman

Tidak Dijual

Motor berisi berjuta kenangan dan cerita

Di tahun 2021, harga Astrea Prima sudah cukup tinggi. Lalu apakah Arie berencana untuk menjual motor klasik itu?

Arie bersikeras tidak akan menjual motor tersebut. Baginya, Honda Astrea Prima itu adalah harta yang tak tergantikan karena berisi berjuta kenangan serta kisah masa lalu dengan ayahnya.

"Tidak akan dijual, melihat motor ini langsung teringat masa-masa bersama Ayah dulu," tuturnya.

Meski demikian, Arie kerap mendapat pertanyaan apabila ia hendak menjual Honda Astrea Primanya. Berikut adalah yang paling berkesan menurutnya.

  • SD – Diminta tukar dengan penjual daging, sebagai gantinya keluarga Arie mendapatkan Toyota Kijang Rover
  • Diminta tukar dengan Honda Supra X
  • Diminta tukar dengan Honda Scoopy dari Pakde sendiri
    • Pakde kepingin sekali mempunyai motor tersebut hingga rmempunyai ide untuk di semen Astrea Primanya supaya mirip barang museum.
  • Setiap kali Arie mencuci motor itu, pasti ada yang bertanya atau menawar

(kpl/dit)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami