Harga Premium Bisa Lebih dari Rp 6.000

Dua opsi kemungkinan besar sedang digodok dalam mengatasi defisit anggaran akibat subsidi bahan bakar minyak. Muncul kemungkinan bahwa pemerintah akan menaikkan harga jual premium menjadi sangat besar.

Kamis, 11 April 2013 15:30
Penyediaan BBM (by: Wahyu)
Editor : Ahmad Khoirudin

Otosia.com - Dua opsi kemungkinan besar sedang digodok dalam mengatasi defisit anggaran akibat subsidi bahan bakar minyak. Muncul kemungkinan bahwa pemerintah akan menaikkan harga jual premium menjadi sangat besar.

Menteri Perindustrian MS Hidayat membenarkan bahwa Presiden sedang merancang dua opsi mengatasi persoalan subsidi BBM. Dia mengatakan pilihan apa pun yang bakal diambil pemerintah tentu akan mengganggu pertumbuhan industri.

Namun, perhitungan matang diharapkan tidak berdampak besar terhadap industri meskipun bahan bakar premium naik melebihi Rp 6.000 per liter.
"Dampak pasti ada, tetapi sudah dikalkulasi selama tiga tahun," ungkap Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta.

Pemerintah menargetkan bahwa pengurangan subsidi BBM pada angka Rp 50 triliun sampai Rp 80 triliun. Jika pengurangan ini tidak dilakukan, maka APBN pada akhir tahun nanti akan defisit akibat subsidi premium dan fiskal yang turut terganggu.

SPBU

Dua opsi tersebut pun masih seperti yang diwacanakan sebelumnya, yakni membatasi distribusi premium agar tidak dikonsumsi pengendara mobil atau orang mampu.

Opsi kedua, menaikkan harga bahan bakar premium untuk semua kalangan. Namun, pemerintah memiliki konsekuensi menyalurkan bantuan langsung tunai kepada masyarakat tidak mampu.

Artiket Terkait

Pengendalian BBM Sulit Dilakukan

Subsidi BBM Dibatasi, ATPM Tak Bergeming

Mungkinkah Premium di Indonesia Mencapai Harga Rp 9.000?

Subsidi BBM Berdasar Usia Mobil Tak Relevan

(kpl/why/rd)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami