H+2 Lebaran Jakarta Lengang, Pengendara Tak Disiplin

Sejumlah jalan-jalan protokol di Jakarta pada Lebaran hari ke-2 masih terlihat lengang. Berbeda pada Idul Fitri hari pertama, maka H+2 jumlah kendaraan bermotor yang lalu-lalang sedikit lebih ramai. Rute-rute utama di Jakarta yang biasanya macet pada jam-jam sibuk, maka pada Kamis (1/9) terlihat sangat lancar.

Jum'at, 02 September 2011 19:35
Situasi Jakarta H+2 Lebaran (Foto: Nazar Ray)
Editor : Anton
Kapanlagi.com - Sejumlah jalan-jalan protokol di Jakarta pada Lebaran hari ke-2 masih terlihat lengang. Berbeda pada Idul Fitri hari pertama, maka H+2 jumlah kendaraan bermotor yang lalu-lalang sedikit lebih ramai. Rute-rute utama di Jakarta yang biasanya macet pada jam-jam sibuk, maka pada Kamis (1/9) terlihat sangat lancar.

Dari pantauan KapanLagi.com® di Lebaran ke-2, Jl. Thamrin - Sudirman, Jakarta Pusat, rata-rata per menit dilalui 8 - 10 kendaraan, sementara Jl. Gatot Soebroto, Jakarta Selatan sedikit lebih ramai dengan hitungan hingga 13 unit yang lewat per menitnya.

Situasi sebaliknya terjadi di Jl. Rasuna Said - Kuningan, Jakarta Selatan, sangat lengang. Dari pengamatan pada pukul 15.00 WIB, hanya 4 - 5 unit mobil yang lewat per menitnya. Begitu juga di halte busway Patra Kuningan, sejak pukul 13.00 - 15.00 tidak satupun penumpang yang naik dari pemberhentian bus ini. Kalaupun ada, hanya beberapa orang yang turun dari bus.

Keramaian baru terlihat di beberapa daerah pinggiran Jakarta dan pusat-pusat rekreasi keluarga, seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMMI), Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), dan Kebun Binatang Ragunan. Banyak keluarga yang sengaja memanfaatkan momen liburan kedua Lebaran untuk berekreasi bersama keluarga.

Sementara, memasuki hari kedua jumlah pelanggaran lalu lintas tetap didominasi sepeda motor. Jenis pelanggaran paling banyak adalah menaiki sepeda motor lebih dari dua orang, tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, dan melewati jalur yang tidak diijinkan. Untuk pelanggaran menerobos traffic light dan keluar-masuk jalur yang tidak benar, juga banyak dilakukan pengemudi roda empat.

"Ya, mau bagaimana lagi, kita deket kok mau silaturahmi ke rumah saudara. Ya anak-anak pada ngikut, tapi memang hanya saya yang pakai helm, anak dan istri tidak. Saya kira ada toleransinya, maklumlah setahun sekali Lebaran,. Lagi pula deket kok, cuma 2 km dari rumah," kata Solehudin (43), warga Petamburan, Jakarta Pusat, yang diperingatkan secara simpatik oleh petugas di Jl. Thamrin.

Petugas Kepolisian yang berjaga di jalan-jalan utama mengaku banyak pengendara yang masih belum mau berdisiplin dan tidak mengindahkan rambu-rambu lalu lintas. Situasi lalu lintas sepi dimanfaatkan oleh pengguna kendaraan bermotor untuk bersikap tidak terpuji di jalan raya.

"Memang kita akui paling banyak menyerobot lampu merah, atau naik motor melebihi kapasitas yang ditentukan. Baik motor atau mobil sama saja, ada yang menerobos lampu merah. Yang melanggar tentu akan kita tindak," ujar seorang petugas di Jl. Sudirman yang enggan disebutkan identitasnya.

Namun tidak semua pengendara yang melanggar ditilang, tapi hanya diberi teguran simpatik oleh polisi yang berjaga, bahkan beberapa pelanggar terkesan dibiarkan. (kpl/nzr/bun)

KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami