Guru Dilabrak Gara-gara Posting Jalan Rusak di Facebook, Aparat Desa: Jangan Nantang Kamu!

Seorang Guru kena semprot aparat desa usai posting jalan rusak di Facebook

Jum'at, 12 Maret 2021 17:45
Guru Dilabrak Gara-gara Posting Jalan Rusak di Facebook, Aparat Desa: Jangan Nantang Kamu! Jalan Tegar Beriman Rusak. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Kondisi jalan rusak memang banyak ditemui di beberapa wilayah Indonesia. Dan jelas, hal seperti ini sangat meresahkan. Selain membuat tidak nyaman, jalan rusak juga berpotensi memicu kecelakaan.

Baru-baru ini, kondisi jalan rusak menuai perhatian publik. Lantaran seorang guru SMP Negeri di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, digeruduk aparat desa gara-gara mengunggah kondisi jalan rusak di desanya. Dia bahkan dibentak-bentak dan ditunjuk-tunjuk oleh para aparat desa itu.

Diketahui, guru bernama Eko itu memposting kondisi jalan rusak di Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan Sukabumi, di Facebook. Berikut kisah selengkapnya.

1 dari 3 Halaman

Guru Diinterogasi Aparat Desa

Sejumlah orang berkemeja putih dan bercelana hitam nampak berada di sebuah ruangan penuh piala dalam etalase. Ruangan itu diketahui merupakan salah satu ruangan SMPN 1 Cicantayan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Para aparatur desa itu menginterogasi seorang guru bernama Eko yang diketahui mengunggah kondisi jalan rusak di Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan Sukabumi, di Facebook.

"Apa maksudnya? Tujuannya apa? Kenapa Posting di Facebook? Baca lagi! Ada Desa Cijalingan itu. Jangan nantang kamu, hah!," kata salah seorang aparat Desa Cijalingan dalam video yang diunggah akun Instagram memomedsos.

"Apa maksudnya? Mau nantang pemerintahan? Instansi? Silakan. Saya siap," tambah pria itu lagi dengan nada yang masih tinggi.

2 dari 3 Halaman

Guru Sudah Minta Maaf Tapi Tetap Dilabrak

Guru Eko kemudian menyampaikan permintaan maafnya kepada para aparatur desa tersebut. Namun mereka tetap emosi dan bicara dengan nada tinggi.

"Gampang kalau minta maaf. Setelah orang membuat kesalahan gampang minta maaf," kata salah seorang pria.

Sementara itu, sambil berdiri, seorang pria berjaket kulit dengan masker di dagu ikut mempertanyakan postingan Eko. Dia meminta Eko tak berbelit-belit dalam menjawab.

"Makanya kata-katanya bapak jangan berbelit-belit. Kalau toh merasa salah, salah, pak. Jadi jangan membawa emosi semua. Kan gitu maksudnya. Bapak mau apa tujuannya, kan kita tanya seperti itu. Sebelum kita melangkah lebih lanjut," katanya.

3 dari 3 Halaman

Kepala Desa Benarkan Pelabrak Adalah Aparatur Desa

Secara terpisah, Kepala Desa Cijalingan, Didin Jamaludin, membenarkan peristiwa itu. Ia mengaku jika para pria yang melabrak guru tersebut merupakan aparatur desanya.

Dia menyebut video itu diambil pada Rabu, (10/3/2021) di SMPN 1 Cijalingan. Ketika itu, Didin mengaku tengah melakukan pertemuan dengan Camat Cicantayan sehingga tidak ada di lokasi.

"Di dalam video itu setidaknya ada BPD, LPMD, Karang Taruna, termasuk perangkat desa. Tujuannya ingin mengklarifikasi soal postingan pak Eko. Mungkin menurut rekan-rekan aparatur desa postingan itu tak etis," katanya.

Reporter Magang: Syifa Caecar Madyaratri

Sumber: Merdeka.com

(kpl/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami