Gelandenwagen, SUV Sejati Mercedes-Benz yang Tak Lekang Oleh Zaman

Mercedes-Benz memiliki satu model yang namanya sama dengan ketangguhan, yaitu Gelandenwagen.

Selasa, 25 Juli 2017 19:45
Foto: Mercedes-Benz
Editor : Fitradian Dhimas

Otosia.com - Publik Inggris tentu bangga dengan merek Land Rover yang tangguh di segala medan. Hal yang sama juga dirasakan di Amerika Serikat oleh merek Jeep dan tentunya Hummer H1 yang tak lain adalah kendaraan militer.

Meskipun Jerman tidak memiliki merek dengan reputasi tangguh, tetapi Mercedes-Benz memiliki satu model yang namanya sama dengan ketangguhan, Gelandenwagen.

Adalah seorang Shah Iran yang pada tahun 1970an memiliki ide untuk Mercedes-Benz untuk membangun sebuah SUV, sebuah mobil yang tangguh di segala medan. Menindaklanjuti saran tersebut, pada 1979 lahirlah Mercedes-Benz Gelandenwagen atau disingkat dengan nama G-wagon.

Nama "Gelandenwagen" sendiri memiliki arti "kendaraan lintas negara". Pada awalnya, mobil ini hanya digunakan oleh pihak militer Austria, karena Mercedes-Benz memiliki kontrak dengan Negara tersebut.

Sebelum diproduksi, G-wagon diuji habis-habisan oleh insinyur Mercedes-Benz, untuk memastikan bahwa G-wagon akan menjadi SUV terhebat yang pernah ada. Tidak main-main, para insinyurnya menguji coba G-wagon di tempat seperti gurun Sahara, sampai ke lingkar Antartika.

Pada awalnya G-wagon bahkan dirakit dengan tangan di Graz, Austria. Saat pertama kali lahir, G-Wagon memiliki berbagai varian dan bentuk. Mulai dari sumbu roda yang panjang maupun pendek, atap kanvas atau yang keras, hingga pilihan mesin yang beragam, mulai dari mesin bensin 2.000cc, 2.300cc, 2.800cc hingga mesin diesel 2.500cc atau 3.000cc. Bahkan, pihak Mercedes-Benz membuat satu G-wagon untuk dijadikan Popemobile, atau mobil yang digunakan Paus untuk menyapa publik.

Hingga hari ini, G-wagon tetap dipakai oleh berbagai angkatan bersenjata di 63 negara, termasuk Indonesia. Saking larisnya, pihak Mercedes-Benz berjanji pada kesatuan militer NATO untuk terus memproduksi G-wagon hingga, setidaknya 2025.

Melihat respon G-wagon yang begitu diminati, Mercedes-Benz berniat menjual mobil dengan kemampuan segala medannya tersebut ke masyarakat luas. Sayangnya, langkah tersebut didahului oleh pabrikan mobil SUV asal Inggris, Land Rover. Bedanya, Land Rover memilih untuk mengembangkan model baru yang lebih mewah untuk publik yang dinamai Range Rover.


Di sini lah perbedaan yang dibuat oleh Mercedes-Benz. Bersamaan dengan merivisi sasis pada tahun 1981 supaya lebih baik, serta memasukkan kelengkapan sedan Mercedes-Benz kedalam G-wagon, tanpa perubahan eksterior yang berarti, G-wagon mampu menyamai popularitas Range Rover. Untuk membuktikan ketangguhannya, Mercedes-Benz pernah menyertakan G-wagon ke dalam ajang balapan terganas di dunia, Paris-Dakar.

Seiring berjalannya waktu, meski G-wagon yang minim perubahan eksterior, Mercedes-Benz terus menambahkan fitur ke dalamnya. Pada tahun 1987, G-wagon telah memakai jendela listrik serta antenna radio. Pada tahun 1989, G-wagon turut di-ipdate dengan panel kayu, sistem rem ABS, dan penggerak 4WD permanen. Nama G-wagon pun tidak dipakai lagi pada 1998 untuk digantikan dengan nama yang lebih elegan, G-Class, sebagai tanda penghormatan Mercedes-Benz kepada Gelandenwagen.

Hingga pada akhirnya, mulai tahun 2014, sebagai pengingat bahwa G-Class adalah SUV legendarisnya, Mercedes-Benz menggunakan awalan "G" untuk semua lini SUV terbarunya.

Meskipun desain eksterior G-Class relatif sama sejak diluncurkan, bagian mesin ten terus diperbaharui dengan teknologi terbaru. Bahkan, divisi performa tinggi milik Mercedes-Benz, AMG, turut merilis edisi spesial dari G-Class, mulai dari G55 AMG hingga G63 AMG dan G65 AMG, menjadi SUV tergila yang pernah dibuat.

Mercedes-Benz AMG G63 6x6

Terhitung sejak tahun 1979 saat pertama kali G-Class dibangun di Austria, SUV tangguh milik Mercedes-Benz tersebut selalu dibidani oleh pabrik Magna Steyr di Graz, Austria hingga hari ini, dan beberapa hari yang lalu telah mencapai angka 300 ribu produksi G-Class.

SUV lansiran Mercedes-Benz tersebut memang sudah diproduksi sejak tahun 1979, dan penggantinya pun sudah disiapkan. Mercedes-Maybach G650 Landaulet ini bakal menjadi edisi perpisahan seri G-Wagon.

Mercedes-Maybach G650 Landaulet

Meskipun begitu, pihak Mercedes-Benz saat ini sedang sibuk mempersiapkan penerus dari Mercedes Gelandenwagen yang lebih modern dan lebih lebar untuk diluncurkan di tahun 2019.

Mengingat nama besar G-Class, tugas Mercedes-Benz akan sangat berat untuk memperbaharui SUV legendarisnya, dengan desain yang tetap tangguh dengan keamanan dan kenyamanan yang lebih baik.

BERITA MENARIK LAINNYA

(kpl/fdk)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami