Ford Everest: Untuk Mereka Yang Anti Mainstream dan Berani

Komitmen Ford untuk tidak meninggalkan begitu saja konsumennya, memberikan sedikit hembusan angin sejuk, terutama untuk Ford Everest dan Ecosport

Senin, 05 September 2016 21:15
Ford Everest (foto: OTO)
Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Kisruh Ford yang meninggalkan pasar Indonesia seolah menutup kualitas produk yang mereka miliki. Ya, produk mereka seperti Ford Fiesta, yang sudah mulai menua, namun tetap terasa canggih dan memiliki nilai lebih dibanding kompetitornya.

Kemudian datang Ford Everest. SUV besar yang dari generasi sebelumnya, diterima dengan baik oleh pasar Indonesia. Sayang, generasi terbaru yang begitu dinantikan harus diterpa badai korporasi tadi. Meski demikian, komitmen Ford untuk tidak meninggalkan begitu saja konsumennya, memberikan sedikit hembusan angin sejuk, terutama untuk Ford Everest dan Ecosport. Fiesta? Seperti dikatakan tadi, sudah mulai menua dan penggantinya sedang disiapkan oleh Ford Eropa.

Kami akan fokus pada Ford Everest. Saat Indonesia dihebohkan dengan SUV mainstream seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport, Everest seperti malu-malu dengan apa yang ia miliki. Jujur saja, mobil ini jauh lebih baik dari Fortuner ataupun Pajero Sport, dengan konsekuensi harga jual yang lebih mahal.

Namun seperti pada Fiesta, meski harga lebih tinggi dibanding yang lain, tapi ada sesuatu yang tidak dimiliki yang lain, sehingga membuat orang maklum akan tingginya harga Everest. Pertama, coba lihat desainnya. Lekukannya lebih macho dibanding kedua kompetitor asal Jepang, dan sangat 'Amerika'. Grille tegak, diapit lampu dengan desain yang tegas adalah pernyataan tanpa basa-basi bahwa mobil ini SUV.

Bagian belakangnya tidak kalah inovatif. Ok-lah, lampu belakangnya tidak seheboh Pajero Sport, namun Everest dilengkapi pintu bagasi elektrik sehingga tidak merepotkan saat buka-tutup, karena selain berat, pintu SUV juga membuka tinggi, sehingga kadang untuk beberapa orang terasa merepotkan.

Bagasinya memang tidak jauh berbeda dengan Pajero Sport/Fortuner saat bangku baris ketiga tegak. Namun Everest memiliki metode pelipatan kursi baris ketiga elektrik. Ya, lupakan tuas yang keras saat ditarik, tinggal tekan tombol, kursi terlipat dan bagasi akan meluas. Ford mengklaim mobil ini mampu memuat barang hingga 2.010 liter.

Dibalik kap mesin, tertanam mesin turbodiesel empat silinder yang disebut Duratorq berkapasitas 2,2 liter. Dengan menggunakan Variable Geometry Turbocharger, mobil ini memiliki tenaga hingga 160 PS, lebih besar 11 PS dibanding Toyota Fortuner terbaru, atau lebih kecil 21 PS lebih kecil dari Pajero Sport. Patut menjadi catatan, di Indonesia tidak ada opsi Everest berpenggerak empat roda seperti yang disediakan oleh yang lain.

Namun sekali lagi, meski Everest berada diantara keduanya, namun mobil ini adalah yang paling mahal diantara rival-rivalnya. Contohnya, varian tertinggi, Everest Titanium Plus AT dihargai Rp 644 juta. Fortuner varian tertinggi dengan penggerak 4WD (2.4 VRZ) berbanderol Rp 639 jutaan, sedangkan pajero Sport Dakar 4x4 malah lebih murah lagi, yaitu Rp 623 jutaan.

Nah, kalau Anda sedang mencari mobil SUV anti mainstream dan berani menempuh resiko, Ford Everest adalah untuk Anda. Suguhannya sungguh menggoda, meski tenaganya tidak bisa menyalip Pajero Sport.

BERITA YANG TAK BOLEH DILEWATKAN LAINNYA!

(kpl/prl/fjr)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami