Ekspedisi Datsun Sambangi Kota Apel

Ekspedisi Datsun Risers kembali hadir, dan kali ini menyambangi Kota Apel, Malang.

Selasa, 22 November 2016 19:45
Foto: Datsun
Editor : Fitradian Dhimas

Otosia.com - Datsun kembali melakukan eksplorasi budaya, alam dan local heroes, serta festival rakyat, yang kali ini menjelajahi kota Malang. Para risers berkesempatan untuk menjelajahi kota apel selama tiga hari.

Ekspedisi ini juga bertujuan untuk membuktikan ketangguhan Datsun GO dan GO+ Panca sebagai mobil LCGC pertama yang melakukan rangkaian ekspedisi keliling nusantara sejauh lebih dari 15.000 ribu kilometer.

"Dengan konsep baru, DRE 2 mengajak risers untuk mendalami kekayaan alam, kebudayaan dan kearifan lokal di Malang, serta bertemu dengan sosok lokal yang menginspirasi masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik," ujar Christian Gandawinata, Head of Marketing Datsun Indonesia.

Datsun Risers Expedition 2 Malang dibuka oleh 'Datsun Cinta Ayas', sebuah mini festival persembahan Datsun yang menghadirkan tarian, permainan, kuliner, dan musik tradisional khas Kota Malang.

Mini festival yang digelar pada tanggal 20 November di Lapangan Rampal, kota Malang ini juga menyelenggarakan fun walk untuk para masyarakat di sekitar kota Malang.

Rute eksplorasi DRE Malang diawali dengan perjalanan dari Malang menuju Batu, lalu dilanjutkan menuju Desa Ngadas, Kepanjen, lalu kembali ke Malang.

Rute Malang-Ngadas dikenal menyajikan tantangan tersendiri karena kontur jalan yang tidak rata dan berkelok tajam. Para risers ditantang untuk membuktikan ketangguhan mobil Datsun untuk menaklukkan rute sulit yang juga menyajikan pemandangan yang indah.

Di hari pertama, para risers akan berkunjung ke Museum Brawijaya dan berwisata ke Desa Pujon Kidul dan Gunung Banyak.

Sementara di hari kedua dan ketiga, risers akan berangkat dari Ngadas menuju Batu, lalu kembali ke Malang. Selama di perjalanan, risers akan singgah ke beberapa tempat yang memiliki kekayaan alam mau pun budaya. Dalam tiga hari tersebut, risers akan menempuh jarak sejauh kurang lebih 300 km.

Untuk mengedukasi para risers mengenai warisan budaya Malang, mereka juga diajak untuk berkunjung ke Padepokan Topeng Malangan Asmoro Bangun di Desa Karangpandan.

Di sana mereka akan menyaksikan proses pembuatan Topeng Malangan secara langsung oleh ahlinya.

Pada ekspedisi kali ini, risers bertemu dengan sosok local hero dari Kota Malang, dr. Gamal Albinsaid, seorang dokter muda kelahiran Malang yang telah mendapatkan berbagai penghargaan internasional berkat kiprahnya di bidang sosial. Beliau mendirikan Klinik Asuransi Sampah (KAS) yang memberikan layanan asuransi kepada masyarakat dengan mengandalkan sampah yang dikumpulkan oleh para pesertanya.

"Menurut kami, dr. Gamal merupakan seorang 'local hero' karena ia telah berhasil menjadi sosok yang berguna bagi masyarakat di sekitarnya, dan berhasil menginspirasi anak muda lainnya di luar sana. Ia memiliki mimpi untuk menyejahterakan orang lain, dan selalu berusaha untuk menggapai mimpi tersebut," tutup Christian.

BERITA MENARIK LAINNYA

(kpl/nzr/fdk)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami