Efek Samping Sering Ganti Oli Mahal ke Murah dan Sebaliknya

Ada kalanya mengganti oli mobil sesuai dengan budget. Padahal jika tak konsisten dengan satu jenis oli, bisa membuat performa mobil tak lagi normal.

Kamis, 05 Desember 2019 09:15
Efek Samping Sering Ganti Oli Mahal ke Murah dan Sebaliknya Ilustrasi mengganti oli (gogirl.co.uk)

Editor : Dini Arining Tyas
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Oli mobil tersebar dengan berbagai merek, kualiatas, begitu juga harga. Bagaimanapun harga berpengaruh pada kualitas dan teknologi yang diterapkan.

Di sisi lain, masih ada pula pandangan bahwa oli tidak ubahnya pelumas mesin dan terbilang sama saja secara penggunaan. Karenanya, tidak jarang muncul kebiasaan untuk gonta-ganti oli sesuai kondisi keuangan. Sebenarnya, seperti apakah langkah yang baik dalam memilih oli mobil?

"Kalau mobil baru usahakan ikut buku manual. Kalau misalnya 5W, ikut aja. Jangan 10W. Nanti performa kurang karena oli kental jadinya berat," ujar Automotive National Sales Manager PT Gulf Oil Lubricants Indonesia, Davy Lansoen Tjoman.

1 dari 1 Halaman

Satu yang ditekankannya soal gonta-ganti oli terebut adalah efek sampingnya. Dia memfokuskan pada ketidakwaspadaan fungsi sil mesin.

"Kalau kita pakai oli yang kita tahu tidak bagus, lalu setelah itu kita pakai yang bagus, biasanya ada masalah. Oli bagus itu kan detergennya pembersihannya kuat. Akhirnya kena sil-nya, sil-nya dibersihkan, sil-nya bocor," ujarnya.

Bedakan pula peran oli pada jenis kendaraan. Pesan ini tentu tidak bisa ambil enteng. Sebab mesin bagi kendaraan penumpang modern jelas lebih advance. 

"Misalnya Pajero, Pajero ini kan mesinnya sudah advance. Dia kan bukan mobil niaga, jadi olinya juga mesti ikut buku manualnya. Pakai 10W-30 atau 5W-30. Kalau di atas itu nanti berat kerja mesinnya," kata dia.

(kpl/nzr/tys)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami