Efek Perluasan Ganjil Genap Pancing Orang Berduit Beli Mobil Lagi?

Di lain pihak, ganjil genap masih dianggap kontraproduktif. Misalnya, ketika ganjil genap atau gage dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan jumlah kendaraan, mereka yang merupakan kalangan mampu justru membeli mobil lagi.

Rabu, 11 September 2019 18:15
Efek Perluasan Ganjil Genap Pancing Orang Berduit Beli Mobil Lagi? Kawasan pemberlakukan sistem ganjil genap (Liputan6.com)

Editor : Ahmad Muzaki
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Ganjil genap mulai bertambah di sejumlah ruas jalan. Dari total awalnya 9 ruas jalan, kini aturan tersebut ditetapkan untuk 25 ruas jalan.

Seiring hal itu, pihak berwenang Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mendapati hampir 1.000 mobil melakukan pelanggaran.

Di lain pihak, ganjil genap masih dianggap kontraproduktif. Misalnya, ketika ganjil genap atau gage dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan jumlah kendaraan, mereka yang merupakan kalangan mampu justru membeli mobil lagi.

"Akan tidak menjadi efektif bagi masyarakat menengah ke atas. Mereka akan beli mobil satu lagi yang dapat disesuaikan dengan pelat ganjil genap," kata Irwan, Ketua Toyota Yaris Club Indonesia (TYCI).

1 dari 1 Halaman

Alasan Ekonomi Jadi Landasan

imageAlasan Ekonomi Jadi Landasan

Perluasan ganjil genap sendiri efektif diberlakukan sejak Senin (9/9) dan berlaku mulai pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB, dan pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Otomatis, mereka yang padat aktivitas di jalan dan mesti menggunakan mobil pun turut menjadi sasaran empuk.

"Sangat mengganggu mobilitas kami. Terutama yang bekerja di lapangan dan fast moving. Gage sebaiknya di pusat kota saja dimana area tersebut bener-bener pusat perkantoran (sedangkan) untuk area sekitar bebas," kata Fransisca FA, Ketua harian Innova Community.

Fransisca juga sependapat dengan Irwan, bahwa perluasan gage akan mendorong orang dengan ekonomi berkecukupan mencari alternatif lain selain menggunakan transportasi massal.

“Gage diperluas tidak efektif. Ini justru makin memperbanyak orang menambah mobil lagi untuk mengejar punya nopol gage,” cetus Fransisca.

“Aktivitas ekonomi orang sudah tentu tidak mau terhambat cuma gara-gara gage. Bisa jadi, bagi yang mampu mengakalinya dengan beli mobil baru dengan nopol berbeda,” timpal Febi Rosseva, Sekjen TYCI.

Selain saran bahwa sebaiknya gage berlaku di pusat kota, Irwan menambahkan bahwa sebaiknya sistem underpass atau jalan layang non tol ditambah.

"(Hal ini membuat orang memilih naik angkutan umum atau motor) untuk beberapa kalangan iyaa. Saya sendiri jadi menggunakan kereta sekarang dengan adanya aturan ini. So far, selama ada alternatif transportasi yang aman dan nyaman, saya rasa masyarakat kita tidak masalah harusnya," kata dia.

(kpl/nzr/ahm)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami