Efek Corona (COVID-19), Penjualan Mobil di Jepang Turun Drastis

Dampak Covid-19 ini penjualan mobil di Jepang turun 29 persen dibanding periode yang sama tahun lalu

Senin, 04 Mei 2020 14:15
Efek Corona (COVID-19), Penjualan Mobil di Jepang Turun Drastis Ilustrasi jual mobil (Istimewa)

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Pandemi Corona (COVID-19) berimbas juga ke industri otomotif. Bahkan penjualan mobil selama April 2020 di Jepang turun hingga capai titik terendah dalam sembilan tahun terakhir.

Melansir Reuters, dalam indikator terbaru, dampak Covid-19 ini penjualan turun 29 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi 270.393 unit. Data tersebut, didasarkan dari Asosiasi Dealer Otomotif Jepang dan Asosiasi Dealer Mobil Mini Jepang.

1 dari 3 Halaman

Sebelumnya pabrikan mobil asal Jepang alami penjualan buruk pada April 2011 silam ketika negeri sakura tersebut dilanda gempa bumi besar dan tsunami, serta bencana nuklik sebulan sebelumnya.

Sementara itu, penjualan kei car yang menyumbang sekitar empat dari 10 kendaraan yang dijual di Jepang, turun 34 persen bulan lallu. Penurunan ini juga karena penurunan produksi karena penyebaran Virus Corona Covid-19 yang mengharuskan beberapa merek menutup pabrik.

2 dari 3 Halaman

Penyebab Penurunan Penjualan

Penurunan penjualan tentu juga efek dari anjuran pemerintah untuk berada di rumah saja dan juga ketidakpastian dampak pandemi Corona. Sehingga kunjungan ke dealer turun drastis.

Sebagai informasi, permintaan mobil memang telah anjlok secara global karena orang telah diperintahkan untuk tetap tinggal di dalam rumah di banyak negara untuk pengendalian penyebaran virus, meninggalkan jalan raya yang kosong dan ketidakpastian yang mendalam tentang dampak jangka panjang pada ekonomi global.

3 dari 3 Halaman

Nissan Umumkan Kerugian dalam 11 Tahun Terakhir

Nissan Motor Co telah mengumumkan jika pihaknya memperkirakan bakal mengalami kerugian tahunan pertamanya dalam 11 tahun terakhir. Pasalnya, pembuat mobil asal Jepang ini, tengah berjuang untuk pulih dari penurunan penjualan karena pandemi Corona Covid-19 yang melemahkan permintaan di pasar roda empat.

Melansir Reuters, dalam sebuah pernyataannya, pabrikan mobil terbesar kedua di Negeri Matahari Terbit ini memperkirakan kerugian operasional tahun ini mencapai 45 miliar yen, atau turun dari perkiraan sebelumnya yang diumumkan pada Februari 2020 dengan laba operasional sekitar 85 miliar yen.

Nissan juga memperkirakan rugi bersih sebanyak 95 miliar yen, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya dengan laba 65 miliar yen.

Pabrikan asal Jepang itu juga tengah bersiap untuk kinerja keuangan terburuk seak krisis keuangan global pada 2008 lalu. Tercatat kerugian operasi capai 137,9 miliar yen.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami