Dua Rider Indonesia Naik Motor Sampai di Bibir Thailand

Dua rider asal Indonesia menaiki motor hingga mencapai di bibir Negeri Gajah Putih.

Senin, 13 Maret 2017 22:45
Foto: Istimewa
Editor : Fitradian Dhimas
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Perjalanan dua biker Indonesia yang bertemakan Ride 2 The ASEAN, Adet Vriono dan Rial Hamzah, akhirnya sampai ke negeri seberang setelah memulai perjalanan pada 15 Februari lalu dari Jakarta.

Dua rider yang mengendarai Kawasaki Versys 650 dan Suzuki VStom 650 ini sebelumnya menyeberang ke Malaysia dari Tanjung Balai, Asahan, setelah urusan bea cukai beres lebih kurang 25 menit.

Ada cerita unik di wilayah ini. Kapal penyeberangan yang digunakan tidak seperti yang dibayangkan. Bukan kapal sekelas feri yang menjadi penunjang, melainkan speed boat seukuran mikrobus untuk menyeberangi Selat Malaka sejauh 110 km dengan motor berada di atas atap.

"Baru kali ini kami menaikkan sepeda motor ke kapal yang sekecil ini dan diletakkan di atas atap. Hanya bisa pasrah dan berdoa agar ombak tenang sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," ucap Rial.

Proses menaikkan sepeda motor ke atap speed boat pun tidak kalah seru, harus digotong 10 orang lebih. Memang, namanya touring, kita harus siap dengan segala resiko. Bodi motor dan pannier lecet karena diletakkan begitu saja ditambah lagi ditimpa dengan boks barang lainnya hanya satu bagian kecil pengorbanan.

Penyeberangan ini memakan waktu 5 jam untuk sampai ke Port Klang, Malaysia. Setelah tiba di Port Klang, mereka langsung mengurus imigrasi dan bea cukai yang memakan waktu lebih kurang 45 menit.

"Indonesia gila la, semua boleh dia orang buat," berkali-kali orang di Port Klang berkata demikian setelah melihat motor-motor kami diletakkan di atas kapal kecil itu.

Hari pertama riding di negeri jiran, mereka berkunjung ke Festival Wilayah Motor Malaysia. Mereka disambut oleh para biker Malaysia sebagai tamu kehormatan, saling bertukar cerita perjalanan baik di Indonesia maupun saat menuju ke Malaysia dan bertukar pikiran mengenai jalur ASEAN yang akan kami lalui.

"Tak lupa kami juga saling bertukar cenderamata yang kami bawa, berupa slayer dengan motif tradisional indonesia. Harapan kami semoga budaya dan kekayaan tradisional Indonesia akan menjadi daya tarik khusus bagi rekan-rekan biker di mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia,"tutur Adet.

Hari Ke-8 (27 Februari), mereka bersiap dari Kuala Lumpur untuk menuju Thailand melewati border Bukit Kayu Hitam Malaysia dengan jarak 475 km yang ditempuh sekitar lima jam perjalanan.

"Sebelumnya kami bertemu dengan Eid Sidek, biker Malaysia yang hafal seluk beluk touring di Malaysia dan Thailand,"ujar Rial.

Proses kepabean di Bukit Kayu Hitam berjalan lancar, sedangkan proses border Thailand (sadou border) terjadi masalah. Setelah proses kepabeaan tidak ada masalah, tetapi setelah mendapat dokumen terjadi masalah ketika proses pengesahan dengan adanya peraturan baru.

Sepeda motor dari Indonesia tidak dapat masuk, ada peraturan baru yang di terbitkan oleh pemerintah Thailand yang boleh masuk hanya sepeda motor dari Malaysia, Singapura, dan Laos, sedangkan Indonesia tidak bisa.

"Kami pun beragumentasi dengan petugas custom sesuai peraturan internasional jika pakai carnet motor tentunya boleh memasuki suatu negara. Cukup Lama kami berdebat yang pada akhirnya motor sepeda motor tetap tidak diperbolehkan masuk,"terang Adet.

Selepas langkah tersebut, mereka pun bertahan di bibir Thailand. Prosesnya masih berjalan sambil menunggu dokumen dari Indonesia.

BERITA MENARIK LAINNYA

(kpl/nzr/fdk)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami