Dua Biker Lintas Sumatera Adu Mental Lawan Bus, Lubang, dan Begal

Dua biker pemberani melintasi Pulau Sumatera dan mengadu mental dengan berbagai rintangan.

Senin, 13 Maret 2017 21:45
Foto: Istimewa
Editor : Fitradian Dhimas
Reporter : Dimas Wahyu

Otosia.com - Dua biker Ride 2 The ASEAN Adet Vriono dan Rial Hamzah yang berkendara mengelilingi negara -negara di Asia Tenggara dengan mengendarai Kawasaki Versys 650 dan Suzuki VStom 650 tercatat sudah sampai di negeri tetangga setelah melewati Sumatera.

Kawasan Sumatera yang dilalui selepas Jawa sendiri sudah pasti memberikan tantangan Adet dan Rial yang memulai perjalannnya pada 19 Februari lalu dari Jakarta.

Rute awal mereka selepas dari Jakarta adalah melintasi Pulau Sumatera dengan tujuan Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Balai (Asahan) untuk menyeberang ke Port Klang, Malaysia.

Hujan yang mengiringi perjalanan mereka sejak dari Jakarta dirasa cukup menguras energi. Tantangan terbesar berkendara di Sumatera dengan kondisi hujan sangat diakui menguji skill riding dan fisik mereka.

"Fokus dalam berkendara kami tingkatkan menjadi dua kali lipat dalam menghadapi berbagai rintangan terutama lubang, bus, dan truk. Tetapi lubang dan jalan rusak adalah musuh utama kami," ujar Adet Vriono.

Memasuki hari ke-3 perjalanan dimulai dari Lubuk Linggau, Provinsi Jambi, menuju Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Menurut GPS, perjalanan berjarak lebih kurang 600 km.
Perjalanan membelah rindangnya hutan sawit, jalanan mulus, hingga bisa melaju dengan kecepatan sampai 160 km/jam.

Hujan terus menemani meskipun perjalanan dilakukan pada siang hari. Kondisi yang berlangsung secara terus-menerus ini membuat jarak pandang mereka sedikit terganggu.

Mereka terus bertahan sampai akhirnya Kawasaki Versys 650 yang dikendarai Adet menghajar lubang. Velg motor touring-adventure itu pun rusak sedikit, tepatnya pada bagian samping.

Bukan cuma lubang dan hujan yang berkolaborasi menguji mental mereka. Adet mengungkapkan, malam harinya, saat mereka berkendara menuju Lubuk Linggau dari Lahat, mereka hampir mendapat kemalangan saat melihat ada tali baja membentang di jalanan.

"Kami pikir, pastinya modus kriminal begal. Beruntung kami bisa melewatinya dengan selamat dan secepatnya kami memacu kendaraan," ujarnya.

Ia berpesan bahwa berkendara malam hari memang tidak dianjurkan di mana pun kita berada, terutama di daerah yang asing. Namun, selepas semua rintangan itu, ada bayaran yang melegakan.

"Memasuki Sumatera Barat, kami selalu disuguhkan pemandangan yang cantik karena Sumatera Barat, mulai dari Kota Solok, Danau Singkarak, dan finis di Bukittinggi untuk bermalam," kata Rial Hamzah yang berasal dari Padang, dan mengaku bahwa perjalanan ini membuatnya serasa sedang mudik Lebaran.

BERITA MENARIK LAINNYA

(kpl/why/fdk)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami