Ditinggal Masuk Hutan Baru 2 Minggu Nikah, Istri Ibnu Jamil Panik Minta Cari Helikopter

Baru menikah 2 minggu, aktor Ibnu Jamil menerobos lebatnya hutan di Kalimantan Utara dengan trail, hingga sempat membuat sang istri panik.

Kamis, 01 April 2021 22:15
Ditinggal Masuk Hutan Baru 2 Minggu Nikah, Istri Ibnu Jamil Panik Minta Cari Helikopter Ibnu Jamil melewati sungai di pedalaman Kalimantan Utara (Gareng)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Belum lama melangsungkan pernikahan, Ibnu Jamil meninggalkan istirnya untuk berpetualang dengan sepeda motor ke medan berat hutan Malinau - Krayan, Kalimantan Utara. Padahal, baru hitungan minggu ia menikmati kebersamaan bersama sang istri, Ririn Ekawati.

Total jarak yang ditempuh sejauh 200 kilometer menembus hutan lebat dalam 6 hari perjalanan melelahkan.

1 dari 4 Halaman

Ibnu Jamil tidur di hutan (Gareng)

Seperti dikabarkan, pasangan selebriti Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati sendiri resmi menikah pada 30 Januari 2021 di Midplaza, Jakarta. Jamil yang hanya terpaut 1 tahun dengan pasangannya itu lantas bertulangan lima orang dengan Honda CRF150 berbekal logistik masing-masing dan 10 liter bensin dalam jeriken.

Baru nikah langsung puntir gas dan jauh menyeberang pulau segala, Ibnu Jamil minta izin atau minta maaf kepada sang istri?

"Kali ini minta izin, dan direstui. Kebetulan istri dulu anak motor. Istri bilang, oh main motor ke Krayan, silahkan. Tapi ada tapinya, harus selalu kasih kabar selama perjalanan," kata Ibnu Jamil.

Lucunya, lantaran masuk hutan yang nyaris belum terjamah, Ibnu Jamil kehilangan kontak. Bagaimanapun, kondisi area semacam ini akan berefek pada ketadaan sinyal.

Gara-gara tidak ada kontak, Ririn panik. Bahkan istrinya sempat meminta bantuan temannya untuk segera mencari sang suami dengan helikopter, yang tentunya dengan bantuan tim SAR.

"Hari ketiga, komunikasi mati total, sinyal tidak ada. Praktis kita tidak bisa berhubungan dengan orang luar karena di hutan. Di sini istri mulai panik. Hari ke-4, istri mulai mengontak orang-orang untuk mencari suaminya, minta tolong temannya untuk mencari suaminya dengan helikopter,he-he-he," ungkapnya.

2 dari 4 Halaman

Ibnu Jamil melewati jembatan swadaya penduduk lokal (Gareng)

Ibnu Jamil menyatakan, istrinya panik luar biasa dan gelisah karena hilang kontak. Apalagi sang istri tahu bahwa daerah yang dilalui suami dan 4 kawannya adalah lokasi yang bukan untuk dilalui kendaraan bermotor. Saking paniknya istri mau ikut dalam pencarian jika suaminya tidak ditemukan.

"Istri gue sempat bilang begini ke temannya, 'Tolong cariin laki gue. Kalau sampai hari ini tidak ada kabar, tolong cari laki gue pakai helikopter, pokoknya harus ketemu'. Begitu katanya," paparnya.

Bukan cuma istri yang khawatir, salah satu kepala adat Dayak yang sempat ditemui saat perjalanan juga merasa khawatir terhadap rombongan setelah tim meninggalkannya untuk melanjutkan perjalanan.

Pasalnya belum pernah ada dalam sejarah, penduduk lokal melewati daerah yang dilalui Ibnu Jamil cs dengan sepeda motor. Selain hutan lebat dengan topografi beragam, sulit rasanya area tersebut ditembus orang biasa, apalagi dengan sepeda motor.

"Katanya salah satu kepala adat Dayak juga khawatir dengan kami. Dia juga akan minta tolong bantuan helikopter jika kami semua tidak ada kabar. Bayangin, betapa sangat sulit medan yang kita lalui, berhari-hari tanpa komunikasi, masuk hutan, lembah, dan sebagainya, ditambah hujan lebat dan tanah lumpur," timpal Wisnu Guntoro Adi alias Gareng, team leader adventure.

3 dari 4 Halaman

Orang pertama tembus jalan darat hutan

Seperti diberitakan sebelumnya, perjalanan penuh resiko tersebut diambil Ibnu untuk mengetahui keberadaan jalan darat yang terisolir ke Krayan dari Malinau yang dikatakan telah tembus dan bisa dilalui kendaraan bermotor.

Dalam perjalanannya, Ibnu dan Tim Serigala Rider menemukan bahwa jalan darat yang telah dibangun pemerintah beberapa waktu lalu ternyata belum memenuhi kebutuhan penduduk di Krayan.

“Kata Pemerintah melalui media, Krayan sudah memiliki jalan darat. Itu yang kami baca. Bahkan katanya, jalan itu sudah bisa dilalui kendaraan bermotor sejak akhir 2020. Tapi nyatanya, justru penduduk lokal membutuhkan rute jalan yang lain, dan itu belum dibangun. Karena itu, kami ingin menceritakan tentang keberadaan Krayan untuk Indonesia,” ungkap Ibnu.

Ibnu dan tim Serigala Rider bisa dikatakan merupakan satu-satunya orang dari pulau Jawa bahkan artis pertama yang melewati jalur hutan menuju Karayan dengan sepeda motor.

Di dalam hutan pegunungan menuju Krayan belum sepenuhnya bisa disebut sebagai jalan yang dapat dilalui kendaraan bermotor. Masih jalur tanah atau off-road. Beberapa titik sangat ekstrem dan mustahil dilalui kendaraan, terlebih roda empat. Selama ini untuk menuju Krayan hanya melalui jalur udara. Itu seperti kebanyakan daerah di Papua.

4 dari 4 Halaman

Bahu membahu melewati ganasnya hutan (Gareng)

Ibnu dan tim mengaku setiap orang yang ingin menembus Krayan melalui jalur darat perlu mengerahkan kemampuan berkendara, tenaga, keberanian, dan mental kuat.

Ditambahkan Ibnu, menurut orang-orang Krayan dan warga Desa Semamu yang ditemuinya, dia adalah orang pertama dari luar Krayan dan Malinau yang mampu menembus jalan darat tersebut dengan kendaraan.”

“Baru segelintir orang yang merasakan perihnya jalur darat Malinau ke Krayan atau sebaliknya. Jangankan orang dari luar Kalimantan, orang-orang dari Kabupaten Malinau dan Nunukan saja tidak banyak yang tahu tentang adanya jalan darat di sana,” paparnya.

“Kami sempat bertemu dengan orang kampung Paking, dan pemuda asal Malinau yang sedang berburu di dalam hutan. Mereka saja mengaku tidak berani melalui jalur tersebut karena dianggap sebagai jalur mematikan.”

“Kalau kita mencari rutenya menggunakan Google Map, tidak akan ditemukan. Bahkan Google Map tidak mampu memperlihatkan dengan jelas adanya jejak jalan di dalam hutan tersebut. Salah-salah membaca jalur, bisa-bisa mengikuti aliran sungai,” imbuh Ibnu.

(kpl/nzr)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami