Dishub DKI Jakarta Bakal Deteksi Warga yang Mudik Lokal Lewat Baju yang Dipakai

PSBB DKI Jakarta diperpanjang hingga 4 Juni 2020. Saat Lebaran, warga diminta untuk mematuhi aturan, salah satunya tak melakukan mudik lokal.

Kamis, 21 Mei 2020 10:15
Dishub DKI Jakarta Bakal Deteksi Warga yang Mudik Lokal Lewat Baju yang Dipakai Pemeriksaan di Gerbang Tol Cikarang Barat (Liputan6.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Upaya pencegahan agar warga tidak mudik, bahkan mudik lokal terus dilakukan. Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan pengawasan melalui 33 check point saat Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah.

Dilansir dari Liputan6.com, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputa mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan kepada masyarakat yang teridentifikasi melakukan mudik lokal melalui pakaian yang dikenakan.

"Itu sangat jelas yang bersangkutan masih menggunakan gamis, berarti itu tidak akan melakukan kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Atau yang bersangkutan pakai baju koko, atau masih sarungan. Nah itu yang kami akan coba identifikasi," kata Syafrin di Balai Kota DKI pada Rabu (20/5/2020).

 

1 dari 2 Halaman

Dia menyatakan bila ditemukan melanggar aturan pengendara tersebut akan dikenakan sanksi terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sanksi yang diberikan sangat beragam mulai dari denda dari Rp 100 ribu sampai Rp 1 juta hingga kendaraan di derek oleh petugas.

Selanjutnya kata Syafrin, bila tidak dapat membayarkan sanksi denda pelanggar harus melakukan kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum.

"Harapannya adalah bahwa selama masa PSBB agar masyarakat itu taat dulu dengan aturannya. Kita tidak mau terus menerus dalam situasi PSBB," ucapnya.

2 dari 2 Halaman

PSBB Hingga 4 Juni 2020

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah menetapkan perpanjangan untuk pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 4 Juni 2020.

Dia mengimbau agar masyarakat untuk lebih disiplin dalam melaksanakan PSBB yang ketiga kalinya. Sebab saat ini reproductions number atau angka penularan virus korona di Jakarta telah turun dari 4 menjadi 1,1.

"Insya Allah kalau dalam dua pekan ini kita pantau angka ini bisa di bawah 1, maka ini akan jadi yang terakhir," kata Anies di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2020).

Karena hal dia mengharapkan masyarakat untuk terus disiplin berdasarkan protokol kesehatan. Selain itu Anies juga mengingatkan masyarakat untuk terus menghindari kerumunan dan untuk memilih tetap berada di rumah.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan dengan disiplin masyarakat Jakarta dapat kembali berkegiatan.

"Maka nanti Jakarta bisa kembali berkegiatan, tentu normalnya baru. Orang biasa mengistilahkan new normal. Bukan kembali seperti yang kemarin, tapi normal yang baru," ucapnya.

(kpl/tys)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami