Nanti Malam! Dilema Bisnis Knalpot dan Kebijakan Knalpot Bising

Lantas, bagaimana geliat produsen knalpot ini untuk mempertahankan pasar mereka? Akankah knalpot buatan terbaru tak ada lagi yang berisik?

Kamis, 25 Maret 2021 11:45
Nanti Malam! Dilema Bisnis Knalpot dan Kebijakan Knalpot Bising Oto Talks! Otosia.com edisi 24 Maret 2021

Editor : Nurrohman Sidiq

Otosia.com - Polisi terus menggencarkan razia knalpot bising khususnya di wilayah DKI Jakarta dan kota-kota lainnya. Bahkan sterilisasi balapan pun digalakkan karena dianggap mengganggu ketentraman.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Lilik Sumardi, kepada Liputan6.com, menyebut penindakan ini sebenernya sudah rutin dilakukan.

"Kami lakukan ini sudah lama sebenarnya, sudah lama kami sterilkan untuk kawasan Monas, kawasan Istana, tapi minggu-minggu ini kami intensifkan lagi. Terutama yang orang bilang balap liar, knalpot berisik, knalpot brong tidak sesuai standar," tutur Lilik saat dikonfirmasi, Minggu (7/3/2021).

 

 

 

 

 

 

 

 

1 dari 4 Halaman

Lebih lanjut penilangan pun semakin meluas dan merambah ke berbagai daerah, seperti Banten dan Depok. Bukan hanya itu saja, di luar DKI Jakarta pun Polisi makin tegas hingga menyasar Lampung Selatan, Subang dan Bogor.

Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, Polda Metro Jaya kemudian akan mendata bengkel-bengkel yang memproduksi knalpot bising.

"Saat ini kita semua satlantas wilayah sedang melakukan pendataan terhadap bengkel-bengkel variasi yang selama ini ditenggarai menjual dan memasang knalpot bising. Kami akan datakan dan kita akan kumpulkan kalau perlu kita akan edukasi," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Selasa (23/3/2021).

 

 

 

2 dari 4 Halaman

Berdasarkan undang-undang, penggunaan knalpot bising dilarang. Sambodo mengutip Pasal 285 Juncto Pasal 122 terkait dengan persyaratan dan kelayakan jalan, yang salah satunya berisi persyaratan teknis dan kelayakan jalan terkait dengan kebisingan suara.

Sambodo memaparkan, pada dasarnya semua kendaraan yang dioperasikan di jalan telah lulus uji teknis. Sebagaimana yang tertuang pada Pasal 48 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2OO9 tentang Lalu. Lintas dan Angkutan Jalan.

"Jadi semua kendaraan itu punya namanya Surat Uji Teknis. itu menjadi kelengkapan kendaraan ketika kendaraan itu didaftarkan di pihak kepolisian," ujar dia.

Ketegasan Polisi dalam menertibkan penggunaan knalpot tentu tentu seolah menjadi bola panas bagi para produsen, pengrajin dan juga pebisnis knalpot lokal. Terlebih, DKI Jakarta merupakan market yang sangat besar bagi knalpot lokal.

 

 

 

 

3 dari 4 Halaman

"Jakarta masih jadi (pasar) utama. Hampir 50 persen penjualan di Jakarta. Tapi pendapat saya knalpot racing masih belum bisa mendapatkan legalistas di jalanan. Karena itu saya berharap kedepannya ada legalitas untuk knalpot racing dapat dipakai di jalan raya," ujar produsen knalpot asal Purbalingga dengan merek Red Mufflers, Rizqa Amali Asnan.

Lantas, bagaimana geliat produsen knalpot ini untuk mempertahankan pasar mereka? Akankah knalpot buatan terbaru tak ada lagi yang berisik?

Ungkap jawabannya dalam Oto Talks! edisi nanti malam, 24 Maret 2021, pukul 19.00 - 19.45 di Instagram official @otosia.

Kali ini, Otosia akan berbincang seru dengan Agus Adiatmaja, sosok owner PT Van Volker Enterprise yang memproduksi knalpot merek Brexx. Agus juga juga dikenal sebagai penasihat Paguyuban Apik Bangga (Asosiasi Pengrajin Knalpot Purbalingga)

 

4 dari 4 Halaman

(kpl/sdi)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami