Diisengi Bule Saat 'Selfie', Ini Gambaran Suasana Nonton MotoGP Australia

Jangan heran jika diisengi oleh masyarakat lokal Australia jika sedang sibuk "selfie".

Senin, 31 Oktober 2016 18:45
Foto: Nazar Ray
Editor : Fitradian Dhimas

Otosia.com - Jika kita pertama kali menonton MotoGP Australia, jangan kaget ketika kita asyik berfoto ria tiba-tiba ada rombongan bule yang masuk di belakang Anda untuk ikut berfoto, bahkan akan mengajak Anda mengobrol.

Itulah sekelumit gambaran suasana hangat saat menonton MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island.

Penonton GP Australia membangun suasana yang cair, bahkan ada yang meledek dan menggoda (bercanda) dengan Anda ketika narsis berfoto atau selfie.

Jika kita beristirahat, sekadar ngopi atau minum bir di cuaca yang dingin, kita bisa mengajak mereka ngobrol. Mereka akan menyambut kita dengan baik, sekalipun ada yang datang sebagai fans yang berlawanan.

Namun hati-hati. Layaknya konser musik keras, penonton MotoGP Phillip Island juga banyak yang menenggak alkohol hingga mabuk.

Bahkan, ada kalanya mereka sedikit mabuk berat menawarkan bir kepada Anda, sekalipun mereka tidak akan mengganggu atau memaksa Anda ikut minum bir atau bahkan meminta uang, meski tahu Anda orang Asia.

Penonton Australia sudah paham. Jika mereka bikin ulah, polisi Asutralia yang berpakaian hitam dan mondar-mandir di area sirkuit akan menindak tegas aksi-aksi kejahatan.

Jadi, mereka akan berpikir ulang untuk berbuat keonaran karena petugas keamanan di sirkuit tidak pandang bulu untuk menindak mereka yang menggangu kenyamanan penonton lain.

"Ayolah teman, mari kita nikmati beberapa kaleng bir ini. Saya tidak perduli Anda fans Rossi, Marquez, atau Lorenzo, mari kita minum bersama," ajak seorang penonton, Tom, dari belakang tribun.

Suasana yang tercipta di lingkungan sirkuit jelang pertandingan ditimpali pula oleh kehangatan Phillip Island sendiri.

Di sekitar sirkuit terhampar pemandangan indah, ditambah embusan angin Antartika yang menusuk tulang, meskipun matahari bersinar terik.

Hawa dingin memaksa penonton memakai jaket, sweter dan sebagainya, dan menggoda kita untuk mencari makanan dan minuman penghangat tubuh.

Menemui restoran atau kafe di sini tidaklah terlalu sulit. Beberapa outlet makanan dan minuman tersedia di beberapa area, termasuk toilet. Jika Anda memesan minuman, atau burger, kentang, dan sebagainya, Anda bebas memilih tempat, apakah di bangku, atau di tempat lain, yang masih berada di sekitar sirkuit.

Jauh di luar sirkuit, area parkir didominasi sepeda motor. Semua terparkir dengan tertib. Hampir semua sepeda motor yang terpakir adalah motor besar berbagai merek dan tipe. Hampir tidak ada yang di bawah 250 cc.

Hal menarik dari sebuah sirkuit adalah berbagi akses antara kendaraan penonton dan kru sirkuit, yang sekalipun sering mondar-mandir, semua termasuk penonton tetap tertib, menunggu kendaraan lewat.

Ada petugas yang menjaga, ada area stop and go serupa lampu merah, yang diatur oleh petugas, dari jalur penonton menuju arah paddock tim.

Jika petugas menyetop pejalan kaki yang melintas mondar-mandir, maka penonton akan tertib berhenti, atau berjalan jika sudah diperbolehkan berjalan. Tidak ada pemandangan orang nyelonong atau berlari menyeberang ketika petugas mengatur.

Tidak sedikit penonton yang membawa anak kecil atau bayi. Mereka membawa kereta bayi dan bangku lipat untuk menonton dari sudut lain di hamparan rumput berbukit untuk mengambil view balapan secara nyaman.

Kombinasi alam dan area balap memang menjadi salah satu daya tarik dari sirkuit yang secara sejarah sebenarnya sudah eksis sejak tahun 1920-an ini.

BERITA MENARIK LAINNYA

(kpl/why/nzr/fdk)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami