Di Negara Ini Suara Klakson Kendaraan akan Diganti dengan Bunyi Suling, Biola, hingga Terompet

Waduh, India berencana mengganti suara klakson dengan bunyi suling, biola, hingga terompet

Kamis, 09 September 2021 17:15
Di Negara Ini Suara Klakson Kendaraan akan Diganti dengan Bunyi Suling, Biola, hingga Terompet Ilustrasi klakson mobil (driving.ca)

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Secara mengejutkan pemerintah India berencana untuk mengganti suara klakson. Rencana ini muncul setelah Menteri Tranportasi India, Nitin Gadkari mengungkapkan ketidaksenangannya atas suara klakson kendaraan.

Menurut Lokmat yang dilansir dari Cartoq, atas hal itu pemerintah India berencana mengganti suara klakson dengan bunyi-bunyi alat musik India. "Saya tinggal di lantai 11 di Nagpur. Saya melakukan pranayama (latihan yoga untuk pernapasan) selama 1 jam setiap pagi. Tapi klakson mengganggu keheningan pagi," kata Gadkari.

"Setelah masalah ini, pikiran muncul di benak saya bahwa klakson kendaraan harus berada di posisi yang benar. Kami sudah mulai berpikir bahwa suara klakson mobil seharusnya menjadi instrumen India dan kami sedang mengerjakannya. Suara instrumen seperti tabla, perkusi, biola, terompet, suling harus didengar dari klakson," tambahnya.

 

1 dari 5 Halaman

Polusi Udara

Klakson kendaraan memang telah menjadi polusi udara. Meski telah ada zona larangan membunyikan klakson di seluruh India, namun sebagian besar pengendara tak mematuhinya. Aturan di sana tingkat kebisingan klakson tidak boleh lebih dari 112 dB.

Namun rencana pemerintah India tersebut dinilai kurang tepat. Lebih baik memberlakukan zona larangan membunyikan klakson secara ketat dibandingkan mengganti suara klakson dengan bunyi alat musik.

2 dari 5 Halaman

Alat Pengukur Suara Klakson

Sementara itu, di Kerala polisi telah dipersenjatai dengan alat pengukur canggih untuk mengukur tingkat kebisingan klakson. Jika terbukti suara klakson melebihi batas kebisingan, maka pengendara akan dikenai tilang. Sayangnya hal semacam ini tidak dilakukan di wilayah-wilayah lainnya di India.

Penggunaan klakson bersuara keras memang berdampak negatif. Jika sering mendengarkan klakson seperti ini bisa merusak gendang telinga dan bahkan dapat membuat tuli permanen.

Selain itu, suara klakson yang terlalu bising juga bakal membuat stres dan mengalami serangan kecemasan. Karena hal itulah, polusi suara menjadi masalah utama di sebagian kota besar di India.

3 dari 5 Halaman

Ini Etika Membunyikan Klakson di Jalan Raya

Dalam penggunaan klakson pun sebenarnya ada etikanya tersendiri. Namun sayangnya banyak yang salah kaprah dalam memfungsikan klakson.

Menurut Oke Desiyanto, Safety Riding Supervisor Astra Motor Jateng ketidaktahuan dalam penggunaan klakson dalam berkendara terjadi karena transformasi kebiasaan yang salah. Salah satunya adalah penggunaan klakson untuk menyampaikan pertanda emosi atau marah.

4 dari 5 Halaman

"Pada awalnya, fungsi membunyikan klakson adalah memberitahu pengguna jalan lain saat kita hendak lewat atau melintas. Sesuai dengan budaya sopan santun yang berlaku dalam budaya Jawa Tengah, yaitu memberi salam ketika melewati kerumunan orang," jelas Oke.

Dalam undang-undang juga sudah diatur mengenai klakson dalam Pasal 48 UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ. Jika pengendara tidak menggunakan klakson atau klakson tidak berfungsi, bisa dikenai pasal 285 ayat 1 UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ serta Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 di pasal 69 tentang kekuatan bunyi klakson.

5 dari 5 Halaman

Etika

Dalam etika berkendara di jalan raya, perlu dipahami bahwa klakson dirancang fungsi kegunaannya sebagai alarm pemberitahuan ke sekitar, tidak dirancang untuk mewakili perasaan emosi negatif maupun positif, terutama bukan dirancang sebagai bahasa perintah (perintah untuk menyingkir atau minggir).

Pelarangan membunyikan klakson juga terdapat saat melintasi area ibadah, area rumah sakit dan dianjurkan untuk tidak menggunakan klakson di malam hari, sebagai bentuk toleransi kita secara sosial terhadap masyarakat.

"Pengguna jalan harus saling bijak memahami bahwa berlalu lintas adalah menggunakan prasarana umum secara bersama-sama. Dan juga saling menjaga ketertiban dan keamanan untuk kenyamanan bersama," pungkas Oke.

(kpl/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami