Demi Bungkam Angkutan Online di Malang, preman 'Palak' Pengemudi Pakai Surat

Surat yang ditunjukkan oleh oknum preman ini adalah senjata supaya para pengemudi online menyerahkan sejumlah uang demi 'keamanan' mereka.

Kamis, 03 Agustus 2017 13:45
Oknum Preman (foto: Budi Kartosumo)
Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Berbagai cara dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak terlalu senang dengan keberadaan angkutan online di banyak kota. Mulai dari peristiwa penabrakan, teror-teror tertentu, hingga salah satu yang terbaru adalah penggunaan tenaga preman untuk melakukan pemalakan kepada para pengemudi taksi online.

Belakangan ini dari akun Twitter Budi Kartosumo yang kami unggah ulang, menampilkan rekaman dari seorang oknum preman yang menunjukkan surat ketidak Setujuan beberapa pihak terhadap eksistensi angkutan online di kota Malang.

Seseorang yang dianggap sebagai salah satu oknum preman di Kota Malang ini menggunakan rujukan sebuah surat berisi beberapa tanda tangan yang diklaim meliputi sejumlah pihak bertanggung jawab dan mempunyai kuasa atas kondisi transportasi di kota Malang seperti Dishub dan kepolisian setempat.

Dengan bahasa Jawa yang kental pria tersebut menunjukkan surat yang dibawanya. Dari beberapa sumber, disebutkan bahwa antara angkutan online dan angkutan konvensional sejatinya sudah ada kesepakatan tentang lokasi-lokasi yang sudah disepakati untuk tidak mengambil penumpang seperti di stasiun, terminal walaupun beberapa tempat perbelanjaan.

Hanya saja hingga detik ini dari sejumlah komentar dari balasan Twitter tersebut, malah justru menunjukkan ketidaksepakatan antara dua belah pihak. Dan pria ini contohnya, akan menggunakan surat tersebut sebagai senjata untuk melarang para pengemudi angkutan online, dimana ujung-ujungnya para preman ini akan meminta sejumlah uang kepada para pengemudi transportasi online. Duh!

BERITA YANG TAK BOLEH DILEWATKAN LAINNYA!

(kpl/fjr)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami