Chip Mobil dan Suku Cadang Langka, Komponen Palsu Kian Marak

Komponen palsu ramai dijual secara online sejak suku cadang mobil langka. Jumlahnya pun meningkat dibandingkan tahun 2019.

Sabtu, 31 Juli 2021 20:15
Chip Mobil dan Suku Cadang Langka, Komponen Palsu Kian Marak Komponen mobil palsu marak dijual secara online (Carscoops)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Sejumlah pabrikan mobil sedang menghadapi krisis chip dan suku cadang. Kondisi ini rupanya dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Dilansir dari Carscoops, komponen palsu pun menjadi marak. Menurut Daimler's Head of Legal Product Intellectual Property, Florian Adt, lebih adari 1,7 jut aproduk palsu disita pada tahun 2020.

1 dari 6 Halaman

Pengujian Daimler (Carscoops)

Setidaknya 550 penggerebekan dilakukan pada periode tersebut. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2019. Sayangnya, tindak lanjut kasus ini banyak yang tertunda lantaran banyak pengadilan tutup sementara akibat COVID-19.

Suku cadang palsu ini marak dijual secara online. Perusahaan menyadari hal ini dan berhasil menghapus 138.000 produk produk palsu dari platform online.

2 dari 6 Halaman

Pengujian Daimler (Carscoops)

Adt mencatat, penghapusan ini tiga kali lebih banyak daripada sebelum pandemi. Dari sederet komponen, Daimler disebut lebih berfokus pada produk yang berhubungan dengan keselamatan, seperti rem cakram dan velg.

Dua produk KW tersebut tampak tak masalah. Tapi seperti diketahui, banyak model tiruan yang berkualitas rendah dan sering kali tidak memenuhi standar minimum.

 

3 dari 6 Halaman

Perusahaan pun menguji beberapa komponen palsu, termasuk rem palsu. Hasilnya, jarak berhenti pun jauh lebih lama serta keausan pun lebih ekstensif. Daimler juga merilis gambar velg AMG palsu, yang memiliki dua jari-jari yang retak selama pengujian.

4 dari 6 Halaman

Kekurangan Pasokan Komponen, Pabrik Toyota Thailand Berhenti Produksi

Tiga pabrik Toyota yang berada di Thailand terpaksa menghentikan produksinya mulai 24 Juli hinga 28 Juli 2021 mendatang. Pihak Toyota akan melakukan peninjauan dan pengumuman lanjutan pada 29 Juli 2021.

Menurut laporan Nikkei Asia, alasan penghentikan produksi ini dikarenakan kekurangan komponen. Para pemasok Toyota tidak dapat melakukan produksi karena pandemi COVID-19. Alhasil secara tidak langsung menyebabkan Toyota kekurangan komponen yang diperlukan untuk melakukan produksi.

5 dari 6 Halaman

Sementara itu, sebenarnya penghentikan produksi bukan sepenuhnya disebabkan kekurangan komponen, melainkan karena kebetulan ada hari libur di Thailand.

Diketahui kapasitas produksi tahunan pabrik Toyota Thailnad mencapai 760.000 unit, akan tetapi pada tahun 2020 hanya 440.000 unit saja. Selain itu, Thailand menjadi pusat produksi luar negeri terbesar ketiga untuk Toyota setelah China dan Amerika Serikat.

6 dari 6 Halaman

Ini merupakan kali kedua produksi Toyota di Thailand dihentikan karena pandemi COVID-19. Pertama terjadi Maret tahun lalu saat pabrik terpaksa ditutup karena awal merebaknya wabah COVID-19.

Saat berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti dampak penghentian produksi di Thailand bagi Toyota Indonesia. Namun diketahui bahwa ada beberapa model yang didatangkan langsung dari Thailand, yaitu Camry, Corolla Altis, C-HR, hingga Corolla Cross.

(kpl/tys)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami