Cerita Seram Tangan Pucat Terulur dari Loket Jalur Bendungan Lahor Karangkates

Perjalanan melewati bendungan Lahor Karangkates tak selalu menyenangkan ternyata. Saat malam hari suasana bisa jauh berbeda.

Kamis, 23 Januari 2020 22:15
Cerita Seram Tangan Pucat Terulur dari Loket Jalur Bendungan Lahor Karangkates Portal loket bendungan Lahor Karangkates, Kabupaten Malang (Google Street View)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Masyarakat yang hendak menuju Kabupaten Blitar dari Kabupaten Malang, bisa melewati jalur Bendungan Lahor Karangkates, Sumberpucung, Kabupaten Malang. Hanya saja, saat melewati jalur tersebut, pengguna jalan harus membayarkan sejumlah uang sebagai retribusi.

Pembayaran dilakukan seperti ketika hendak melewati tol, hanya saja masih secara manual. Saat siang hari, jalur tersebut tampak menyenangkan, karena asri dan pemandangan yang memanjakan mata.

Saat malam pun beberapa kendaraan masih bisa melintas, lantaran jalur dibuka 24 jam. Hanya saja mungkin di malam-malam tertentu suasana loket bisa mencekam. Seperti yang pernah dialami oleh rombongan keluarga yang hendak menuju Kabupaten Jember pada pertengahan 2018 lalu.

 

1 dari 4 Halaman

Satu keluarga yang mengendarai mobil itu tiba di loket portal Bendungan Lahor pukul 02.00 WIB dinihari. Mereka menganggap tak akan terjadi apa-apa lantaran itu memang jalan umum.

"Ada mobil lain kok di depan kami," kata salah satu anggota keluarga, Rini, saat bercerita kepada Otosia.com.

2 dari 4 Halaman

Dia bersama kakaknya yang sedang mengemudi pun merasa tenang karena mereka bukan satu-satunya mobil yang melintas. Mobil di depan mereka pun terlihat melakukan pembayaran seperti biasanya. Hanya saja saat diperhatikan, pengemudi mobil depan justru tak jadi membayar.

"Kami juga bingung kok kelihatannya enggak jadi ya," tambahnya.

3 dari 4 Halaman

Saat tiba giliran mereka, Rini yang duduk di baris kedua tepat di belakang kursi pengemudi, yang harus membayar retribusi. Dia pun membuka kaca mobil dan hendak membayar seperti biasanya.

"Baru aku mau bilang niki pak...(ini paak, red), enggak ada orangnya di loket. Cuma ada tangan tengadah gitu, tangannya pucat," terang Rini.

4 dari 4 Halaman

Mereka pun berusaha cepat-cepat meninggalkan portal tersebut. Si kakak Rini sempat panik karena kaget, karena tak hanya Rini yang melihat tangan pucat itu.

"Enggak lagi deh perjalanan malam lewat situ," ujarnya.

(kpl/tys)

TAGS :
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami