Cerita Perjalanan Volkswagen Beetle yang Melegenda, Hampir Tutup Usia (Bagian 2)

Volkswagen Beetle Final Edition bakal diluncurkan November 2019. Beetle Final Edition akan menjadi penanda akhir hayat mobil ikonik VW.

Rabu, 17 Juli 2019 13:15
Cerita Perjalanan Volkswagen Beetle yang Melegenda, Hampir Tutup Usia (Bagian 2) Volkswagen Beetle 1940 (Autocar India)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com -

Volkswagen Beetle juga seringkali disebut sebagai mobil kodok di Indonesia. Perjalanan mobil ikonik ini menarik untuk ditelisik, sebelum akhirnya disudahi tahun ini.

Mobil yang dinobatkan sebagai World Car of The Year 2012 itu juga pernah melibatkan orang Indonesia, Chris Lesmana. Chris menjadi satu dari tiga perancang VW Up dan ikut merancang VW New Beetle2011 yang dijuluki The Beetle.

Di cerita perjalanan VW Beetle bagian pertama sebelumnya, telah disebutkan sepak terjang mobil legendaris mulai pertama muncul hingga pasca perang dunia. Bagaimana kelanjutannya?

1 dari 12 Halaman

1 Juta Unit VW (1955)

1 Juta Unit VW (1955)

Produksi Volswagen mencapai satu juta unit pada Agustus 1955. Beetle mendapatkan kelir bodi emas dengan berlian yang disematkan pada bumper depan dan belakang, running board, bezel headlight, dan sekitar trim. Sedangkan kursinya dibalut dengan material berwarna pink.

2 dari 12 Halaman

Glory Days (1960-an)

Glory Days (1960-an)

Popularitas Beetle semakin melejit selama tahun 1960-an, khususnya di Amerika. Jelas hal ini karena kampanye iklan. Selain itu juga karena murah, cheerful, dan reliabel, jadilah Beetle mobil kecil favorit di Amerika. Banyak warga Amerika yang membeli Beetle sebagai mobil pertama mereka untuk sekolah ataupun mobil kedua untuk keluarga mereka.

Volkswagen mengekspor 423.008 unit Beetle ke Amerika pada tahun 1968. Lalu pada tahun 1970-an, Beetle dan beberapa mobil lain, termasuk Bus dan Karmann Ghia memberikan Wolfsburg peningkatan penjualan sebesar 5,6 persen di pasar Amerika Serikat.

3 dari 12 Halaman

Beetle di Antartika (1963)

Beetle di Antartika (1963)

Pada awal abad ke-20, beberapa petualang termasuk Ernest Shackleton membawa mobil untuk menyelesaikan misi mereka ke Antartika. Beberapa mobil yang masuk dalam daftar mereka tak memiliki atap, dari semuanya pun tak sanggup untuk beradaptasi dengan cuaca dingindi Antartika, atau macet di jalanan bersalju.

Akhir 1962, Australian national Antartic Research Expedition (ANARE), meminta Volkswagen Australia untuk membuat Beetle secara lokal saat misi selama setahun. Pabrikan setuju dan membuat mobil untuk para ilmuwan itu dengan warna RubyRed.

Mobil itu lantas dijuluki Red Terror, yang memberikan performa memukau. Bisa tahan saat angin kencang dan suhu dingin setiap harinya. Modifikasi dilakukan untuk pendingin udara, baterai tambahan, menyeseuaikan rantai roda, dan mengisi bak mesin dengan minyak tiner.

Red Terror kembali ke Australia pada 1964, lalu berpartisipasi dan memenangkan BP Round Australia Rally. Lalu menghilang begitu saja. Hingga kini mobil itu tak diketahui keberadaannya.

4 dari 12 Halaman

Wajah Baru Beetle (1967)

Wajah Baru Beetle (1967)

Ubahan mayor untuk Beetle dilakukan pada tahun 1967. Volkswagen mengganti lampu utama yang sudah dipakai sejak tahun 1930-an dengan unit yang lebih bagus dan mengganti lampu belakang lebih besar yang terintegrasi dengan lampu sein.

Ubahan lainnya juga termasuk bumper baru, depan dan belakang, velg baja, dan dasbor baru. Versi ini bisa disebut dengan mid-cycle update.

Ubahan paling signifikan adalah wiper kaca two-speed, sistem elektrikal 12V, dan sistem pengereman. Lalu ada transmisi semi-otomatis yang dinamai Automatic Stick Shift yang muncul setahun kemudian.

5 dari 12 Halaman

Super Beetle (1970)

Super Beetle (1970)

Ubahan mayor berikutnya dilakukan pada 1971, ketika Volkswagen mengenalkan Super Beetle atau dikenal dengan 1302. Suspensi depan torsion-beam digantikan dengan McPherson yang memungkinkan engineer memasang ban cadangan secara horizontal dan mengatasi salah satu kekurangan terbesar Beetle. Banyak yang meragukan Volkswagen yang menyebut mereka membuat 89 perbaikan pada Beetle, untuk menjadikannya layak mendapatkan nama depan Super.

6 dari 12 Halaman

Volkswagen Salip Ford

Volkswagen Salip Ford

Volkswagen membuat Beetle ke 15.070.034 pada februari 1972. Itu menandakan VW melampaui Ford Model T yang menjadi sejarah mobil paling laris. Volkswagen merayakan kemenangan itu dengan melahirkan mobil spesial yang diberi nama Weltmeister. Nama itu memiliki arti World Champion di Jerman. Weltmeister dibuat berbasis 1302 S, dengan kelir bodi metallic-blue dan velg spesial.

7 dari 12 Halaman

Beetle Final Evolution (1972)

Beetle Final Evolution (1972)

Model 1303 hadir pada Agustus 1972 sebagai model tahun 1973. Model ini mempertahankan kejayaan Super Beetle di Amerika. Volkswagen menambahkan kaca depan melengkung sebagai alasan keamanan, untuk mengurangi risiko kaca mengenai penumpang selama tabrakan dari arah depan. Dasbornya semakin besar, sementara kap mesin menyusut.

8 dari 12 Halaman

Boomerang

Boomerang

Perubahan Beetle memang bisa menaklukkan dunia pada 1960-an, tapi tidak pada tahun 1970-an. Persaingan semakin ketat, kala pesaingnya semakin modern seperti Honda Civic dan Volkswagen Golf sendiri. Konsumsi bahan bakar mereka lebih sedikit, lebih banyak ruang untuk penumpang dan karco, serta lebih murah.

Volkswagen berusaha untuk menghidupkan kembali Beetle dengan meluncurkan model edisi terbats di Eropa dan Amerika.

9 dari 12 Halaman

American Exeunt (1979)

American Exeunt (1979)

Volkswagen berhenti menjual beetle di Amerika pada akhir tahun 1976, tetapi model convertible masih bertahans sampai 1979. Volkswagen semakin sulit membuat Beetle sesuai dengan peraturan keselamatan dan emisi, serta harga yang terjangkau.

10 dari 12 Halaman

Kebangkitan Beetle (1979)

Kebangkitan Beetle (1979)

Meskipun Wolfsburg tak lagi memroduksi Beetle, tapi mobil ini masih tersedia sebagai model entry-level di beberapa pasar Eropa hingga 1985. Produksi berlanjut di beberapa negara termasuk Meksiko, Brazil, dan Afrika Selatan. pabrik di brazil secara khussu memasok kit CKD ke Nigeria.

Beetle tetap sangat populer di Meksiko, di mana para pembuat keputusan memilihnya sebagai taksi eresmi Mexico City pada tahun 1972. Mereka berpendapat bahwa Beetle lebih terjangkau untuk dibeli ketimbang mobil-mobil Amerika bermesin V8 dan bertenaga lebih besar.

11 dari 12 Halaman

The Last Beetle 2003

The Last Beetle 2003

Masuk era milenium, pasar Meksiko semakin tidak bisa menopang Beetle yang sudah berusia 62 tahun. Penjualan tahunan turun dari 41.600 pada tahun 2000 menjadi sekitar 23.000 pada 2002. Vonis 'mati' Beetle kala itu semakin jelas, kala pemerintah memberikan aturan baru untuk armada taksi yang harus memiliki 4-pintu demi keselamatan. Pengemudi taksi kemudian diarahkan ke Nissan Tsuru.

Volkswagen mengirim Beetle Ultima Edicion dalam jumlah terbatas. Mobil ini berwarna biru atau krem. Ultima Edicion tampil dengan gaya retro, seperti pada trim krom, dinding ban putih, dan lambang Wolfsburg lama di bagian bawah kap.

Beetle terakhir meluncur di Puebla, Meksiko pada 30 Juli 2003 kemudian masuk ke museum Volkswagen di Wolfsburg. Itu menandai berakhirnya masa produksi selama 65 tahun, dengan jumlah unit 21.529.464 unit.

12 dari 12 Halaman

Beetle Masa Kini

Beetle Masa Kini

Kini Beetle menjadi salah satu mobil klasik paling dicari. Tak hanya soal mesin yang bisa dipakai untuk menuju suatu tempat, tapi juga sebagai ikon generasi ke generasi. Di banyak negara, Beetle yang dirawat dengan baik memiliki harga lebih mahal daripada Beetle baru. Cukup ironis jika mengingat awal mula kemunculan Beetle adalah sebagai mobil rakyat yang terjangkau.

(kpl/tys)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami