Cerita Biker Klub Byson Menikmati Kepadatan Mudik

Mudik sudah menjadi tradisi bagi masyarakat urban di Indonesia, perpindahan penduduk yang hampir dalam waktu bersamaan tentu berimbas pada mobilitas manusia dan ekonomi. Salah satu efek dari mudik serentak ini adalah timbulnya kemacetan yang luar biasa di berbagai jalur lalu lintas mudik, terutama di pulau Jawa.

Kamis, 14 Juli 2016 20:45
Cerita Biker Klub Byson Menikmati Kepadatan Mudik Foto : B-Jax

Editor : Albert

Otosia.com -

Mudik sudah menjadi tradisi bagi masyarakat urban di Indonesia, perpindahan penduduk yang hampir dalam waktu bersamaan tentu berimbas pada mobilitas manusia dan ekonomi. Salah satu efek dari mudik serentak ini adalah timbulnya kemacetan yang luar biasa di berbagai jalur lalu lintas mudik, terutama di pulau Jawa.

Bertepatan dengan momen mudik lebaran 1437 Hijriyah, Bro Ferry dari komunitas Byson Exploride Jakarta (B-Jax) turut berbagi cerita saat mudik ke Jawa Tengah bersama 4 orang temannya. Saat mudik, kata Ferry, kepadatan sudah mulai saat dari Jakarta menuju Kebumen, Jawa Tengah pada H+1 dan arus balik H+3 dan 4.

Perjalanan ke Kebumen Ketua Umum B-Jax ini menggunakan Yamaha Byson ditemani komunitas biker Scorpio Club Cakung yang menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion dan Yamaha Scorpio. Dengan jumlah lima orang, keberangkatan mudik menuju Jawa Tengah dari Cakung, Jakarta Timur pukul 05:00 WIB.

Melintasi jalur Jakarta, Karawang, Cikampek hingga Brebes tidak menemui kemacetan meskipun lalu-lintas masih didominasi pengendara sepeda motor. Istirahat di kota Cirebon untuk mengisi BBM, memasuki Brebes pukul 13:00 WIB.

Di lokasi ini, terang Fery, dua anggota klub Scorpio Club Cakung melanjutkan perjalanan ke Jawa Timur, Tulungagung dan Surabaya, sedangkan yang lainnya menuju Kebumen. Selepas pintu tol Pejagan lalu lintas mulai terlihat padat dengan bertemunya arus dari keluar pintu tol Cipali.

1 dari 3 Halaman

Macet dan Hujan

Macet dan Hujan

Menuju arah Wangon terjadi kemacetan di perlintasan daerah Ketanggungan hingga Klonengan yang mencapai jarak lebih dari  lima kilometer. Hujan lebat dibarengi angin kencang tim istirahat berteduh.

“Sekitar satu jam kita istirahat untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan,” ujar Ferry.

Usai hujan reda perjalanan dilanjutkan menerobos kemacetan dengan berkendara di bahu jalan yang licin akibat hujan deras. Ujung kemacetan di perlintasan pintu kereta Klonengan hujan kembali mengguyur. Ternyata kemacetan berlanjut hingga arah Bumiayu.

Lepas kemacetan di Bumiayu tim memasuki kota Wangon untuk istirahat bersama rekan komunitas Byson Jakarta Exploride yang sudah menunggu di terminal Wangon bersama komunitas Byson Besi Jakarta dan Byson adventure Tangerang. Setelah kopdar dan melepas penat biker B-Jax kembali melanjutkan perjalanan menuju Kebumen pukul 22:00 WIB.

Perjalanan dari Wangon hinga Kebumen kemacetan di sepanjang jalan lintas menuju Yogyakarta menjadi tantangan tersendiri. Disertai gerimis di beberapa titik, Ferry bersama rekan-rekannya ditantang untuk menguji nyali dengan bermain ‘sirkus’ di sela kemacetan yang sangat luar biasa dan berkendara di bahu jalan. Sangat beresiko tinggi.

“Medan jalanan luar kota yang bergelombang dan minimnya penerangan menuntut kewaspadaan tinggi,” imbuh Ferry.  Sampai akhirnya rombongan tiba di Kebumen pukul 01:00 WIB. “Biasanya bisa ditempuh dengan waktu sekitar satu setengah jam hingga dua jam ini lebih dari empat jam. Kemacetan yang sangat luar biasa."

2 dari 3 Halaman

Arus Balik

Arus Balik

Setibanya berlebaran di kota asal Kebumen, B-Jax menikmati destinasi wisata dan kuliner khas kota Kebumen dan kopdar bareng komunitas biker setempat, Sabtu malam (9/7).

Pagi harinya Ferry bersama teman-teman bersiap menuju Jakarta ditemani komunitas Vixion Hunter Jakarta. Perjalanan H+4 dimulai siang hari pukul 10:00 WIB dari rencana pukul 5 pagi karena lalu lintas padat merayap hingga lingkar luar kota Kebumen.

Berangkat siang hari ternyata lalu lintas lebih lengang hingga daerah Sumpiuh  baru menemui kemacetan yang berarti akibat dari pertemuan arus dari lingkar luar kota. Selepas Sumpiuh kemacetan terjadi di wilayah Buntu yang menjadi pertemuan arus dari Cilacap dan Purwokerto.

Memasuki kota Sampang, tim rehat di salah satu kediaman seorang jurnalis untuk bersilaturahmi. Pukul 13:00 WIB, tim melanjutkan perjalanan dari Sampang menuju Wangun menggunakan jalur alternatif yang lengang hingga bisa memacu motor cukup kencang.

Memasuki jalur utama B-Jax langsung disuguhi kemacetan luar biasa hingga terminal Wangon menggunakan jalur kontra flow karena kendaraan dari arah berlawan nyaris tidak ada. “Meskipun demikian kita dituntut untuk waspada dan tetap mematuhi arahan dari Polisi,” ujar Handoko rider klub  Vixion Hunter yang mendampingi Ferry.

Kemacetan terus berlanjut hinga pertigaan terminal Aji Barang  sampai terjadi stagnan  berjam–jam. Kondisi ini memaksa tim memanfaatkan bahu sisi kanan untuk istirahat. Usai rehat, perjalanan menembus kemacetan menjadi tantangan tersendiri. Imbas kemacetan ternyata akibat adanya pintu perlintasan kereta api di beberapa titik seperti Prupuk, Bumiayu hingga Klonengan.

Memasuki jalur alternatif menuju Brebes, boleh dibilang lancar dengan pemandangan hamparan sawah di kanan-kiri. Kondisi ini mendorong rombongan memacu kendaraan pada kecepatan cukup tinggi. Memasuki kota Brebes sore hari, kemacetan kembali ditemui karena lokasi ini menjadi pertemuan arus dari arah timur pulau Jawa.

“Perlintasan kereta api menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan,” tutur Ferry.

 

3 dari 3 Halaman

Jalur Pantura

Jalur Pantura

Menyusuri jalur Pantura menuju kota Cirebon, jalan raya dominasi pengendara sepeda motor. Kendati terlihat padat, perjalanan cukup lancar hingga memasuki kota Cirebon pada sore hari pukul 18:00 WIB. Di Cirebon, rombongan memilih untuk menginap di salah satu hotel, sedangkan rekan dari Vixion Hunter melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

“Memasuki jalan raya Cikampek hingga lingkar luar Karawang terjadi kepadatan yang sangat luar biasa, lalu lintas susah untuk bergerak,” ujar Handoko, salah satu rombongan yang melanjutkan perjalanan. Ia tiba di Jakarta pukul 02:00 dini hari.

Malam hari di kota Cirebon, B-Jax menyambangi sejumlah komunitas biker untuk silaturahmi. Pagi harinya perjalanan menuju Jakarta dilanjutkan. Terlihat para pemudik sepeda motor mendominasi jalur utama kota Cirebon menuju Jakarta.

“Tidak terjadi kemacetan pada siang hari, ini dimungkinkan karena para pemudik biasanya baru memasuki kota Cirebon di atas jam 12:00 WIB. Kami memilih istirahat di kota Indramayu untuk menikmati kuliner dan bersilaturahim dengan komunitas  biker,” terangnya.

Usai menikmati suasana kota Indramayu, biker B-Jax melakukan perjalanan menuju Jakarta. Walaupun jalan sangat padat akibat banyaknya pemudik motor, namun kemacetan baru terasa saat memasuki Cikampek. Hal yang sama juga terjadi saat memasuki jalan lingkar luar  Karawang.

H+4 yang menjadi puncak arus balik, bikers B-Jax merasakan kepadatan saat memasuki kota Cikarang dan Bekasi, terutama pemudik yang kembali lagi ke Jakarta dan sekitarnya.

 

(kpl/nzr/abe)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami