Cerita Biker Indonesia Menembus Himalaya Bersama Motor Viar

Kesuksesan Gunadi menjelajah hingga Himalaya merupakan sejarah bagi PT Viar Motor Indonesia karena untuk pertama kalinya salah satu produknya Vortex 250 menembus pegunungan Himalaya.

Jum'at, 12 Oktober 2018 14:15
Viar Vortex 250 Ekspedisi Himalaya (Istimewa)
Editor : Cornelius Candra
Reporter : Siaran Pers

Otosia.com - Biker dari Freeriders Indonesia Gunadi mencatatkan namanya di jajaran biker dunia yang berhasil mencapai batas gunung Himalaya dengan membesut motor dual purpose rakitan dalam negeri Viar Vortex 250.

Kesuksesan Gunadi menjelajah hingga Himalaya merupakan sejarah bagi PT Viar Motor Indonesia karena untuk pertama kalinya salah satu produknya Vortex 250 menembus pegunungan Himalaya.

Gunadi mencapai batas Himalaya pada hari Minggu, 7 Oktober 2018 sekitar pukul 12.00 waktu India. Di puncak ini, Gunadi menyempatkan diri untuk mengibarkan bendera Merah Putih di batas jalan tertinggi pegunungan Himalaya, yakni Khardung La, India.

Mengusung tagline Aksi Keselamatan Jalan, Pelestarian Lingkungan Hidup, Keberhasilan Pembangunan Nasional dan Persahabatan Antar Bangsa, Gunadi telah melakukan perjalanan sejauh 15.000 km sejak dilepas pada 26 Agustus silam di kantor Kementerian Perhubungan Jakarta.

Ia kemudian melewati Lampung dan Pekanbaru untuk menuju Port Klang Malaysia, Thailand, Myanmar, India, dan terakhir menuju Himalaya.

Gunadi menceritakan bahwa perjalanan panjang yang dilalui tidaklah mudah dengan berbagai kondisi medan dan cuaca.

"Tantangan serta kendala saat mulai masuk negara Myanmar, apalagi saat di India yang juga ditambah dengan tipikal masyarakatnya sangat berbeda dengan di Indonesia. Syukurnya dari motor yang ditunggangi tidak mengalami kendala apapun walaupun medan jalan dan kondisi suhu sangat berbeda dengan kondisi yang ada di Indonesia," terang Gunadi.

Beberapa kali Gunadi menghadapi rintangan, seperti yang terjadi di Rohtang dan Keylong yang terus menerus diterjang hujan lebat sehingga mengakibatkan Manali diterjang banjir dan membuat jembatan yang menjadi penghubung antara Kallu dan Manali tidak dapat dilalui kendaraan berat. Namun Gunadi tetap diperbolehkan melintas setelah mendapat persetujuan dari otoritas setempat.

Setibanya di wilayah Himalaya pun dia harus merasakan cuaca yang sangat dingin atau snowfall, mulai dari Srinagar, Dras, Kargil, Leh, Khardungla, Pang, Debring, Rohtang hingga Manali yang shuhunya dibawah 0 derajat.

Seluruh bikers yang datang ke Himalaya saat ini tidak diperbolehkan masuk ke beberapa wilayah oleh pihak militer India dengan alasan musim dingin akan membayakan. Hanya beberapa bikers yang berani meneruskan perjalanannya, termasuk Bro Gunadi.

"Udara di Himalaya terasa sangat dingin, tangan perih dan kepala sakit sekali karena kadar oksigen yang sangat tipis, ditambah dengan snowfall membuat jalan menjadi es jadi sulit untuk dilalui, air membeku akibat salju tebal, namun semua rintangan tersebut berhasil dilalui bersama Viar Vortex 250," papar Bro Gunadi.

"Bangga dan haru bercampur jadi satu, saya bicara sendiri di depan plang logo Khardung-La, Keberhasilan Solo Ride Jakarta-Himalaya adalah keberhasilan Riders Indonesia, kita adalah bangsa yang besar, kuat, berani dan disegani oleh negara luar. Saya mengibarkan Bendera Merah Putih melalui jelajah dunia ini demi mengharumkan nama Indonesia di mancanegara," tutupnya.

Viar Vortex 250

Viar Vortex 250 merupakan sepeda motor bergenre dual purpose yang didesain untuk penggunaan di beragam kondisi jalan. Menggunakan mesin satu silinder berkubikasi 249,6cc 4 valve SOHC berpendingin cairan sanggup menghasilkan tenaga 18,5Kw pada 9.000 rpm dengan torsi sebesar 22,5Nm pada 7.000Rpm.

Sistem suspensi depan Viar Vortex 250 menggunakan jenis Upside Down sedangkan pada bagian belakang menerapkan suspensi model Monoshock unitrack untuk memberikan kenyamanan berkendara.

Sebagai kendaran dual purpose, Viar Vortex 250 dilengkapi dengan fitur multi fungsi untuk menunjang kemudahan berkatifitas seperti perpaduan model digital dan analog pada panel speedometer, soket USB dan GPS.

Lampu utama menggunakan LED dilengkapi dengan projector, begitu juga dengan lampu sein dan lampu stop sudah mengaplikasikan lampu LED. Pengereman sudah mengaplikasikan rem tipe cakram pada kedua bagian roda sehingga memberikan keamanan menjadi lebih baik.

Di Indonesia, Viar Vortex saat ini dipasarkan dengan harga Rp 51,5 juta.

BACA INI JUGA DONG OTOLOVERS

(kpl/prl/crn)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami