Cerita 3 Besar Pemenang Slalom Saat Geber Motor Marc Marquez

PT Astra Honda Motor menggelar program yang menjadi impian para pengguna sepeda motor Honda sport lewat program RC213V-S MotoGP Street Experience.

Senin, 10 Desember 2018 17:45
Kompetisi slalom (Otosia.com/Nazarudin Ray)
Editor : Ahmad Muzaki
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - PT Astra Honda Motor menggelar program yang menjadi impian para pengguna sepeda motor Honda sport lewat program RC213V-S MotoGP Street Experience.

Jika sebelumnya mereka hanya bisa melihat sepeda motor MotoGP RC213V-S di TV dan sirkuit dalam sebuah balapan, kali ini sejumlah orang yang terseleksi punya kesempatan untuk mengendarainya langsung di sirkuit.

Sebanyak 20 pemilik Honda CBR Series bisa untuk turut dalam program tersebut. Namun, mereka harus melalui kompetisi unik berupa slalom yang mirip-mirip gymkhana untuk mengetes kemampuan dasar seperti mental, emosi, hingga kemampuan manuver di tikungan patah dan uji kepatuhan lainnya.

Kompetisi tersebut adalah Safety Riding & Slalom Competition yang berlangsung di Safety Riding Center PT Wahana Makmur Sejati di Jatake, Tangerang, Sabtu (8/12).

"Kompetisi slalom (bagian dalam gymkhana) ini kelihatannya mudah, tetapi begitu kita di atas motor sangat susah. Apalagi pas saya tadi pakai CBR250RR habis-habisan karena sampai mentok karena motor fairing kan tidak bisa mutar segitu cepatnya kan. Akhirnya setelah pelajari, pelajari, pelajari lalu pakai CBR500 ya lumayanlah ada peningkatan," kata Ardi Dwi Apriando, salah satu peserta yang lolos.

3 besar kompetisi slalom (Otosia.com/Nazarudin Ray)

Ardi datang jauh dari Lombok. Anggota komunitas X-Limits Lombok ini masuk 10 besar dan mengaku tidak menyangka akhirnya bisa dapat kesempatan ini.

"Saya jauh-jauh dari Lombok, kota kecil, enggak sangka bisa hadir, minimal bisa lihat langsung RC213V-S. Ceritanya dulu teman saya kabari 'mau ikut enggak MotoGP Riding Experience? Kalau mau ikut, bikin foto sama caption yang asyik. Waktu itu kebetulan saya lagi latihan di Sirkuit Selagalas (Lombok) kemudian difotoin sama teman," ujar pengguna CBR 250 RR sejak 2016 ini.

Seperti para peserta lain, dia menjajal tiga kelas (150, 250, dan 500 cc). Menurutnya, CBR 250 paling menantang karena merupakan tipe motorsport dengan radius putar sangat pendek dan posisi riding agak bungkuk.

"Kalau 500 lumayan tenaganya besar untuk motor 500 cc dua silinder. Handling enak. Nurut. Tarikan responsif. Dari tiga tadi yang paling cepat pas pakai CB500. (Sebagian lebih cepat pas pakai CB150) tapi tadi saya kalah karena belum tahu aturannya, sempat turun kaki," kata dia.

Peserta lain yang lolos adalah Deni Gunawan. Dia juga datang jauh-jauh dari Pontianak, Kalimantan Barat. Pengguna CBR 250 RR dari komunitas PontiBigBikers mengaku memang punya banyak koleksi foto untuk ditampilkan sebagai modal keikutsertaan MotoGP Riding Experience. Foto-fotonya termasuk perjalanannya ke perbatasan Malaysia.

"Kebetulan petualangan saya jalan naik motor itu banyak sekali cerita. Saya cari yang menurut saya paling baik, lalu saya bikinlah caption soal perjalanan saya dengan CBR 250. Alhamdulillah saya terpilih. Foto di Pontianak dan di perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong, Kuching. Motor saya juga sudah sampai ke sana masuk negara Malaysia. Kalau foto yang di Pontianak saat menikung di Sirkuit Pasir Panjang, Pontianak," kata Deni.

Pengguna CBR 250 RR sejak tahun 2016 ini memang mengaku ambisius untuk bisa menang karena sudah memiliki kemampuan, sekalipun mengaku belum maksimal.

3 besar kompetisi slalom (Otosia.com/Nazarudin Ray)

"Karena saya sudah biasa riding, racing, sampai ke mana-mana, yakin bisa 10 besar. Memang ikut untuk bisa naik RC213V-S. Alhamdulillah saya akhirnya bisa, terima kasih kepada panitia karena diberikan fasilitas yang bagus, motor yang juga bagus karena untuk riding ini dibutuhkan motor yang maksimal," kata dia.

Dia merasa bangga karena bisa mengendarai RC213V-S bukan sekadar diam dan untuk foto-foto belaka. Di sisi lain, kompetisi ini benar-benar mendidik dan menambah skill bagi para rider atau racer.

"Untuk teman-teman di Kalimantan, terus pantaulah kegiatan Honda karena Honda yang pertama bikin kegiatan semacam ini. Karena ini bukan motor murah, motor yang persis dipakai Marc Marquez. Tidak semua bisa melakukan hal itu", imbuhnya.

Cerita yang tidak kalah unik datang dari peserta yang tecatat sebagai yang paling cepat dalam uji ketangkasan ini. Dia adalah Josef Esra Kinanta asal Bekasi. Usianya baru 19 tahun.

"Dari dulu sih enggak ikut komunitas, cuma dulu main sama beberapa klub, CBR Freedom, anak AHC. Lingkupnya luas tetapi tidak terikat. Tetap main sama yang mana saja," ujar pengguna CBR 150 dan CBR 250 serta matik, moge ini. Selain itu, ternyata Esra jarang naik motor karena lebih sering naik mobil.

Esra pun bisa ikut dalam kesempatan ini karena diberi tahu temannya saat nongkrong bareng. Awalnya dia enggan, tetapi kemudian merasa tertantang saat melihat foto-foto para peserta.

3 besar kompetisi slalom (Otosia.com/Nazarudin Ray)

"Nih Sra gua lagi ikut ini, ikut gih. Ya sudah saya coba ikutan. Tadinya sempat malas, tetapi kemudian lihat contoh-contohnya, di situ banyak teman CBR yang ikut, dari Bandung dan lainnya. Akhirnya saya ikut. Pas terima SMS, bagian awalnya "Hai Josef Esra Kinanta" jadinya saya enggak buka, malas, saya kira SMS apa. Ternyata saya masuk top 20 finalis. Puji Tuhan," kata dia.

Bukan cuma awalnya enggan, Esra juga sempat surut ketika melihat ujian berupa gymkhana yang diselenggarakan oleh panitia. Lebih menarik lagi, Esra sebenarnya kurang persiapan. Namun, ada satu kunci yang dipegangnya sebelum tes.

"Pas lihat main gymkhana, wah main gymkhana kan ngeri ya. Susah mengontrol motornya, apalagi yang CB500, tapi puji Tuhan jadi yang paling cepat. Sebenarnya enggak ada persiapan. Semalam sebelumnya tidur malah pagi, tidurnya baru dua jam.

Tapi dari pagi kan sudah diajarkan. Perhatikan banget ooh belok di sini, titik rem, kalau di sini, gasnya segini. Diperhatikan banget. Pas jalan di trek pagi sambil mengira-ngira," kata dia.

Peserta kompetisi slalom (Otosia.com/Nazarudin Ray)

Poin untuk Esra ternyata sempurna. Dari angka 1.000 yang diberikan panitia, poin itu masih belum berkurang. Dari batasan waktu 2 menit dengan estimasi waktu terlama 1 menit dalam tes ini, Esra menjadi yang tercepat 40,1 detik di atas CB150, 44,5 detik di CB250, dan sekitar 42 detik di CB500.

Pengalaman menggunakan motor besar membuat ia percaya diri untuk menunggangi RC213V-S yang ia pahami sedari awal sebagai sepeda motor yang sangat mahal. Sebelum momen ini, ia pun sempat menjajal motor besar di Sentul, dan tercatat sudah main di sirkuit ini sejak usia 14 tahun. Di momen membanggakan ini, ia pun punya saran menarik.

"Di sini ada latihan safety riding, teknik ridingnya. Saya rasa anak-anak matic juga perlu hal ini. Bagaimana caranya belok patah, bagaimana caranya mengerem, gantung tanpa kopling. Setahu saya RC213V-S ini setahun sekali. Ya kalau bisa dibuat lebih sering, tapi maksudnya per regional," ujarnya.

Ide yang menarik Esra. Semoga bisa diwujudkan, dan selamat bagi para peserta yang impiannya akhirnya terwujud.

Baca Ini Juga Dong Otolovers

(kpl/nzr/ahm)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami