Bukan SUV, Ini Prediksi Mobil Bekas yang Diincar Konsumen Tahun 2021

Segmen mobil bekas yang akan diminati konsumen Tanah Air tahun 2021 mendatang bukanlah SUV

Sabtu, 19 Desember 2020 22:15
Bukan SUV, Ini Prediksi Mobil Bekas yang Diincar Konsumen Tahun 2021 Suasana penjualan mobil bekas di kawasan Jakarta, Senin (23/11/2020). Pasar mobil bekas diprediksi akan meningkat menjelang akhir tahun karena kondisi perekonomian yang saat ini mulai membaik. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Pasar otomotif Tanah Air benar-benar terdampak parah oleh pandemi COVID-19. Bukan hanya untuk pasar mobil baru saja, tetapi juga mobil bekas.

Showroom mobil bekas milik Astra Group, Mobil88 mengaku, beragam upaya dilakukan pihaknya untuk menarik minat masyarakat saat daya beli menurun.

"Kami mencoba memperkuat layanan di online sehingga memudahkan customer untuk bertransaksi dengan interaksi yang minimal," kata Halomoan Fischer, Chief Operating Officer (COO) Mobil88 kepada Liputan6.com.

1 dari 3 Halaman

Saat disinggung prediksi penjualan tahun depan, Fischer menegaskan kondisi pandemi yang terjadi akan sangat menentukan pemulihan ekonomi, termasuk penjualan kendaraan.

"Tahun depan sepertinya akan sangat tergantung dari kondisi pandemi. Maksudnya adalah apabila pandemi bisa dikendalikan maka prediksinya penjualan mungkin akan sama dengan tahun 2019," ujarnya.

Selain itu, Fischer menyebut segmen mobil bekas yang akan diminati konsumen Tanah Air tahun 2021 mendatang, masih dipegang Low MPV dan LCGC.

2 dari 3 Halaman

Upaya Meningkatkan Penjualan Kendaraan

Sebelumnya, beragam upaya dilakukan untuk meningkatkan performa industri otomotif, seperti relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0 (nol) persen atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB) oleh Kementerian Perindustrian.

Namun, hal tersebut tak terlaksana karena Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menolak usulan tersebut. Hal itu, ditegaskan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, terkait Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Senin (19/10/2020).

3 dari 3 Halaman

Dukungan Pemerintah

Dijelaskan Sri Mulyani, pihaknya tidak mempertimbangkan untuk memberikan pajak mobil baru sebesar 0 persen untuk saat ini.

"Kita akan coba memberikan dukungan-dukungan untuk sektor industri secara keseluruhan, melalui insentif yang kita sudah berikan," ujar Sri Mulyani.

Selain itu beberapa pabrikan otomotif mencoba melakukan beragam cara untuk menarik minat konsumen, seperti promo menarik dan pembelian secara online.

Selain itu, beberapa pabrikan juga telah memperkenalkan mobil baru secara virtual, seperti Toyota dan Suzuki. Namun langkah tersebut tak diikuti oleh Honda Prospect Motor. Pabrikan asal Jepang itu menekan peluncuran kendaraan selama pandemi.

Penulis: Dian Tami Kosasih

Sumber: Liputan6.com

(kpl/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami