Bukan Indonesia, Toyota Bangun Pabrik Baterai di Cina

Anak perusahan pembuat baterai Toyota Motor Corporation akan membangun pabrik produksi baterai untuk mboil hybrid di Cina. Hal itu lantaran Beijing dinilai lebih menguntungkan.

Rabu, 14 Agustus 2019 08:15
Bukan Indonesia, Toyota Bangun Pabrik Baterai di Cina Toyota bangun pabrik baterai di Cina (Bloomberg)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Indonesia kini memang tengah menyongsong era kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV). Peraturannya pun belum lama ini baru diteken oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Tapi negara-negara lain sudah cukup lama bersiap dan bahkan sudah memiliki kendaraan listrik. Beberapa negara bahkan menjadi tempat produksi baterai untuk kendaraan listrik.

Seperti anak perusahaan pembuat baterai Toyota Motor Corporation (TMC), bernaa Primearth EV Energy (PEVE), yang akan membangun pabrik baterai kendaraan hibrida keempat di Cina.

Dilaporkan Asia Nikkei, pabrik baru ini akan dibangun pada 2021, dan mampu menghasilkan sekitar 100 ribu abterai per tahun. Pabrikan itu memproduksi baterai hibrida logam nikel untuk mobil hybrid di pabrik patungan, di provinsi Jiangsu, Cina.

Dua pabrik baterai lagi, dijadwalkan beroperasi tahun depan di pasar mobil terbesar di dunia ini. PEVE sendiri dimiliki oleh Toyota dengan saham 80,5 persen, dan sisanya adalah Panasonic.

 

1 dari 1 Halaman

Lebih Menguntungkan

Lebih Menguntungkan

Beijing dipilih karena memperluas insentif pemerintah untuk mobil rendah emisi. Sementara itu, Beijing sendiri telah mengembangkan apa yang disebut kendaraan energi baru, termasuk mobil listrik dan sel bahan bakar hidrogen untuk memerangi polusi dan memelihara sektor otomotif.

Mobil hibrida sendiri masuk ke dalam kategori kendaraan energi baru. Namun, Beijing tampaknya akan mengklasifikasi ulang, karena pasar ini lebih menguntungkan.

Sebagai contoh, Toyota Prius yang memulai debutnya apda 1997, saat ini menempati peringkat sebagai salah satu kendaraan hybrid paling banyak dijual di dunia.

Mobil hibrida dinilai memiliki tantangan yang lebih gampang di pasar. Karena tidak memerlukan infrastruktur khusus, seperti stasiun pengisian baterai atau pengisian bahan bakar hidrogen.

Pembuat mobil terbesar di Jepang melihat kendaraan ebrbahan bakar hidrogen seperti Mirai sebagai masa depan transportasi, tetapi baru-baru ini lebih menekankan pada mobil listrik sebagai langkah selanjutnya di luar mesin pembakaran internal atau konvensional.

Sumber: Liputan6.com

 

(kpl/tys)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami