Bosch Temukan Cara Meringankan Beban lalu Lintas Perkotaan

Urbanisasi kerap diiringi dengan muculnya berbagai masalah, di antaranya lalu lintas. Menurut Bosch lalu lintas perkotaan akan berkembang tiga kali lipat pada tahun 2050.

Jum'at, 02 Februari 2018 21:45
Foto: Bosch
Editor : Fitradian Dhimas
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Urbanisasi kerap diiringi dengan muculnya berbagai masalah, di antaranya lalu lintas. Menurut Bosch lalu lintas perkotaan akan berkembang tiga kali lipat pada tahun 2050. Untuk meringankan beban lalu lintas perkotaan pada masa mendatang, Bosch bersama Daimler akan membuat kendaraan fully automated tanpa pengendara.


Kendaraan uji pertama akan melaju di jalan pada awal 2018 ini. Bosch dan Daimler juga bergerak selangkah lebih dekat pada pengemudian otomatis di 2017 lalu, misalnya di garasi parkir Museum Mercedes-Benz di Stuttgart, perusahaan meluncurkan solusi pertama di dunia untuk layanan parkir valet otomatis.

"Kami ingin mewujudkan mobilitas perkotaan yang bebas emisi, bebas stres dan bebas dari kecelakaan. Untuk itu, kami akan mengotomatisasi, mengelektrifikasi, dan menghubungkan lalu lintas jalan raya," kata ujar Volkmar Denner, ketua dewan manajemen Robert Bosch GmbH

Mulai musim panas ini, Bosch juga melakukan sharing platform COUP yang akan membawa skuter-skuter elektroniknya ke jalanan di Madrid. Otomatisasi juga akan membantu meringankan beban lalu lintas perkotaan pada awal dekade yang akan datang,.

Sementara itu terkait elektrifikasi, Bosch membuat langkah penting pada 2017 lalu. Bosch memulai produksi aki 48 volt yang baru dikembangkan dan mudah dipadukan dengan model kendaraan terbaru, untuk kendaraan hibrida. Dengan demikian, pabrikan dan perusahaan rintisan yang sudah mapan tidak lagi memerlukan proses pengembangan yang panjang dan mahal.

Mulai 2019, as roda listrik Bosch yang baru, atau as e-axle, akan meningkatkan jangkauan mobil listrik. "Bosch mengambil langkah cepat dalam elektromobilitas. Kami memperoleh banyak pesanan pada 2017, beberapa bernilai miliaran euro," ujar Denner.

Bosch bekerja sama dengan Nikola Motor Company, sebuah perusahaan rintisan asal AS, dalam mengembangkan e-axle untuk truk-truk berat yang menggunakan tenaga hidrogen.

"Paling lambat pada 2030, sel bahan bakar akan berperan penting dalam penggunaan powertrain. Kami meningkatkan kegiatan pengembangan kami dan secara bertahap memperluas portofolio produk perusahaan," kata Denner.

Di Tiongkok, pasar terbesar untuk elektromobilitas, Bosch berkolaborasi dengan produsen mesin truk Weichai dalam proyek percontohan untuk mengembangkan sel bahan bakar untuk truk. "Dari sepeda ke truk, dalam bisnis elektromobilitas, tidak ada pemasok otomotif lain yang terdiversifikasi secara luas seperti Bosch," terang Denner.

BERITA MENARIK LAINNYA

 

(kpl/nzr/fdk)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami