Bosch Siapkan ECU untuk Kendaraan yang Dirakit di Indonesia

Pertumbuhan industri otomotif di Indonesia membuka peluang bagi masuknya produk-produk after market dari luar.

Selasa, 25 Juli 2017 21:45
Foto: Nazar Ray
Editor : Fitradian Dhimas
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Pertumbuhan industri otomotif di Indonesia membuka peluang bagi masuknya produk-produk after market dari luar. Apalagi menurut Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo) volume total pasar otomotif di Indonesia meningkat sebesar 4,6 persen pada 2016. Ini merupakan pertumbuhan positif pertama yang dicapai setelah terjadi perlambatan pada 2014 dan 2015.

Dengan kondisi pasar yang membaik, Bosch meningkatkan kegiatan bisnisnya di sektor bisnis Mobility Solutions agar dapat memenuhi kebutuhan lokal. Bosch pun gencar memperkenalkan beberapa produk unggulannya bagi kendaraan roda dua maupun empat.

"Kinerja bisnis kami di Indonesia tercatat mengalami perkembangan yang stabil. Meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia memberi peluang bagi bisnis kami untuk tumbuh di tahun-tahun mendatang," kata Andrew Powell, Managing Director Bosch di Indonesia .



Perkembangan positif industri otomotif lokal juga telah memungkinkan Bosch untuk memulai proyek lokalisasi guna menyediakan ECU (Electronic Control Units) untuk kendaraan yang dirakit di Indonesia.

"Tentu saja pertumbuhan kendaraan di Indonesia akan sangat potensial bagi ECU kami, terutama roda empat. Walaupun kami tahu volume sepeda motor di Indonesia juga sangat besar. Karena itu kami akan sediakan ECU yang berkualitas untuk kebutuhan kendaraan di Indonesia," tandas Andrew Powell.

Bosch juga berencana mengembangkan ECU khusus roda dua di Indonesia. Sebagai contoh keseriusan Bosch menggarap pasar sepeda motor adalah kerja samanya dengan Viar, produsen sepeda motor lokal untuk memperkenalkan teknologi sepeda motor listrik di Indonesia. Dewan Energi Nasional (DEN) memproyeksikan bahwa akan ada sekitar 8 juta unit sepeda motor listrik di negara ini pada 2025 nanti.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan bahwa Indonesia menjadi pasar kendaraan roda dua terbesar ketiga di dunia setelah Tiongkok dan India, dengan jumlah penjualan lebih dari 20 juta unit selama 2012 sampai 2015.

Guna membantu mengurangi tingkat kecelakaan pada kendaraan bermotor roda dua, Bosch meluncurkan teknologi sepeda motor ABS10 di Indonesia pada 2016. Dengan pemasangan sistem pengereman anti-lock braking system (ABS) pada sepeda motor, kecelakaan fatal dapat dicegah dengan meningkatkan stabilitas berkendara dan memperpendek jarak pengereman.



"Mestinya ABS itu di Indonesia tidak hanya pada motor-motor besar atau premium, namun juga kelas 100 cc sampai 125 cc, karena di Indonesia mtor-motor kecil inilah yang paling besar populasinya, maupun tingkat jumlah kecelakaannya. Untuk itu Bosch mendorong pemakaian teknologi keamanan pengereman ABS pada motor-motor kecil yang jumlahnya sangat besar," tandas Rick Joseph H. Pasaribu, Marketing Communication, Automotive Aftermarket Division PT Robert Bosch Indonesia.

Pada 2016 lalu, divisi Automotive Aftermarket meluncurkan seri wiper blade Advantage dan Ultra Gel Battery untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia. Wiper blade Advantage meningkatkan keselamatan pengemudi mobil dengan memberikan kemampuan menyeka yang dapat memperbesar jarak pandang jalan raya saat hujan. Sedangkan Ultra Gel Battery adalah baterai sepeda motor dengan teknologi gel yang bebas perawatan dan tahan lama.

(kpl/nzr/fdk)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami