Bos Nissan Tampik Datsun Mengkerut Gara-Gara LCGC Baru

Bos Nissan menolak anggapan bahwa penjualan Datsun menurun akibat LCGC baru.

Selasa, 28 Februari 2017 19:45
Foto: Nazar Ray
Editor : Fitradian Dhimas
Reporter : Dimas Wahyu

Otosia.com - Datsun yang sebelumnya melenggang sebagai produk dengan pilihan LCGC model MPV belakangan kedatangan pesaing berat dari Toyota dan Daihatsu dengan Calya dan Sigra.

Perebutan babak baru ini otomatis membuat pasar mobil harga terjangkau Nissan mengkerut. Namun, anggapan itu ditampik Anthony "Toti" Zahra, Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia.

"Marketnya sebenarnya tumbuh. (Ya memang) Datsun menjadi bersaing ketat dengan adanya pengenalan produk (LCGC lain) baru. Namun, setiap pemunculan produk baru dari kompetitor memiliki pro dan kontra," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kemunculan produk rival justru akan membuka pasar lebih luas karena memancing tumbuhnya pembeli-pembeli yang berminat pada mobil jenis ini.

"Memang itu menjadi tantangan buat kami, tetapi kehadiran mereka memancing pasar sehingga segmen LCGC tumbuh."

Kondisi paling ekstrim sebenarnya terlihat pada akhir tahun lalu. Saat itu, Datsun GO+ yang sebelumnya rata-rata terjual 1.000-an unit menjadi kian menurun dengan catatan terakhir hanya 27 unit. Sementara itu, Cayla-Sigra melenggang. Masing-masing terjual 29.650 unit dan 19.778 unit.

BERITA MENARIK LAINNYA

(kpl/why/fdk)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami