BMW Indonesia Berbagi Pengalaman Soal Peta Jalan dan Energi Nasional

Kamis, 09 Februari 2017 16:15
FCG (foto: Istimewa)
Editor : Fajar Ardiansyah
Reporter : Nazarrudin Ray

Otosia.com - Focus Group Discussion (FGD) di Kementrian Perindustrian hari ini, Rabu (8/2) merumuskan peta jalan (roadmap) dan menyepakati target kuantiatif dari sektor industri otomotif hingga tahun 2030 dan faktor-faktor pendukungnya demi tercapainya target penurunan gas karbon dioksida (CO2) serta bauran energi seperti yang diamanatkan oleh Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

"Kami yakin dengan berpartisipasi aktif dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Kementrian Perindustrian hari ini adalah wadah yang tepat bagi kami untuk berbagi praktik kegiatan kami di negara lain," ujar Jodie O'tania, Vice President Corporate Communications, BMW Group Indonesia.

BMW Group Indonesia mengapresiasi dan mendukung kemajuan industri alat transportasi dan komitmen Pemerintah Indonesia dan mengapresiasi upaya yang telah dibangun Kementerian Perindustrian bersama Institut Otomotif Indonesia (IOI) sejak tahun 2016, untuk melakukan menggagas kajian pengembangan Peta Jalan Industri Alat Transportasi Darat, khususnya industri Otomotif di Indonesia beserta kaitannya terhadap Kebijakan Energi Nasional.

Peta Jalan ini nantinya akan menjadi pegangan pihak terkait dalam menjalankan program-program kedepan yang akan mendukung ketercapain bauran energi sesuai dengan amanat Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan RUEN serta sekaligus pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen di tahun 2030, dan diprediksi dapat mencapai angka 41 persen apabila mendapatkan dukungan dari pihak di luar Indonesia.

Topik lain yang tidak kalah pentingnya dalam FDG hari ini adalah pengaruh komposisi kendaraan yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Latar Belakang Focus Group Discussion Perumusan Peta Jalan Industri Kendaraan terkait Kebijakan Energi Nasional dan Target Penurunan Gas Rumah Kaca (CO2).

Pemerintah Republik Indonesia telah berkomitmen untuk berpartisipasi dalam pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) seperti yang telah dijelaskan oleh Presiden Jokowi pada COP21 di Paris pada bulan Desember 2015.

Industri alat transportasi darat merupakan industri yang berkembang dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. Semakin banyak jumlah pabrik perakitan maupun komponen alat transportasi darat di Indonesia. Namun demikian, kondisi saat ini menunjukkan bahwa Indonesia masih sangat tergantung pada energi fosil berupa bahan bakar minyak sebagai sumber energi primer bagi alat transportasi darat.

BMW Group menaruh perhatian besar pada penurunan gas karbon dioksida kedepannya, termasuk di Indonesia. Dari tahun 1995 sampai 2015 BMW telah berhasil mengurangi kadar emisi CO2 dari penjualan kendaraan di Eropa hingga 40 persen.

"BMW Group memiliki visi untuk menciptakan produk ramah lingkungan, dimana konsep BMW EfficientDynamics sudah diterapkan secara bertahap sejak tahun 2001. Untuk itu kami berkomitmen untuk dapat menjadi rekan pemerintah dalam perumusan peta jalan industri ini," ujar Tami Notohutomo, Product Planning Manager, BMW Group Indonesia yang menjadi pembicara pada FGD ini.

BERITA YANG TAK BOLEH DILEWATKAN LAINNYA!

(kpl/nzr/fjr)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami