Blak-Blakan, Kawasaki Akui W175 Lahir karena Harga Estrella 250 Kemahalan

Kawasaki menyerah dengan Estrella 250 dan W250 karena harganya yang tinggi dan kemudian menghadirkan W175 yang lebih ramah kantong.

Jum'at, 13 Desember 2019 08:15
Blak-Blakan, Kawasaki Akui W175 Lahir karena Harga Estrella 250 Kemahalan Cikal bakal kelahiran Kawasaki W175 (Otosia.com/Nazarudin Ray)

Editor : Dini Arining Tyas
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Di saat motor begaya retro mulai booming pada tahun  2014 lalu, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) meluncurkan motor bergenre klasik Estrella 250. Praktis Kawasaki bermain sendiri di segmen retro di masa itu.

Pasar motor klasik bermesin modern di Indonesia memang belum banyak di tahun 2014. Sekalipun ada, pasarnya adalah motor berharga Rp 200 jutaan, yakni dari Triumph dan MotoGuzi. Dalam hal ini, Kawasaki memang membuka celah untuk motor jenis ini dengan mesin 250 cc.

Rupanya perjalanan Estrella 250 tidak begitu mulus. Harganya dinilai terlalu mahal, yakni Rp 64 juta saat motor ini diluncurkan.  Volume penjualan Estrella 250 tidak bergerak sampai ia berganti nama.

1 dari 3 Halaman

Beberapa tahun kemudian, Kawasaki mengganti nama Estrella dengan model W, atau dikenal sebagai W250, yang menjadi bagian dari keluarga W Series. Dan lagi-lagi, faktor harga baru makin membuat motor yang diimpor langsung dari Jepang ini makin terpuruk.  

Motor CBU Jepang inilah yang menjadikan dasar harga motor 250 cc satu silinder ini terlalu tinggi. Makin menjadikannya kian tidak terjangkau kalangan penggemar motor klasik di bawah 250 cc.

Harga W250 pun makin meroket. Berdasarkan data di situs resmi Kawasaki Indonesia, W250 dijual Rp 76.400.000. Tidak heran jika sejak Estrella diluncurkan 6 tahun lalu dan kemudian berganti nama menjadi W250, populasinya cuma sebanyak 1000 unit Indonesia.

Kondisi ini memakasa Kawasaki memutar otak untuk menciptakan motor baru dari jenis yang sama dengan harga yang lebih bersahabat. Kawasaki sepertinya tidak mau kehilangan muka karena lebih dulu menceburkan diri ke segmen motor klasik dibandingkan Yamaha, Honda, dan Suzuki.

2 dari 3 Halaman

Selang 3 tahun setelah kemunculan Estrella 250, Kawasaki akhirnya merilis W175 pada akhir tahun 2017 di Ancol bertepatan dengan acara Kawasaki Bike Week. Ketika itu W175 memiliki dua varian, yakni standar dan special edition (SE). Ketika itu masing-masing dibanderol Rp 29,8 juta dan Rp 30,8 juta.

Kawasaki mengakui bahwa W175 sengaja diciptakan setelah Estrella atau W250 tidak laku di pasaran akibat harga jual yang dinilai terlalu tinggi oleh konsumen.

"Estrella 250 yang sekarang menjadi W250 pasarnya cukup bagus tahun 2014. Tapi karena W250 harganya cukup tinggi, maka kita mengembangkan pasarnya, karena pasar (Estrella 250) belum cukup lebar banget. Jadi di tahun 2017 kita mengembangkan W175 dengan harga 30 jutaan, itu langsung booming," kata Head Sales & Promotion KMI, Michael C Tanadhi.

3 dari 3 Halaman

Saat ini W175 punya 5 varian. Kawasaki W175 standar dijual Rp 30,8 juta, versi SE dijual Rp 32,3 juta, varian CAFÉ Rp 33,8 juta, W175 TR Standar Rp 29,9 juta, dan W175 TR SE dibanderol Rp 32,3 juta.

Strategi melebarkan pasar rupanya cukup tepat. Kawasaki W175 menjadi salah satu penyumbang terbesar penjualan Kawasaki setiap tahun di Indonesia. Bahkan motor retro dengan sistem pengabutan karburator ini turut diekspor ke sejumlah negara ASEAN. Sayangnya, hal ini tidak diikuti W250 yang tetap jalan di tempat.

"W Series sudah 30 ribu unit sejak Estrella lahir tahun 2014. Sejak 2017 sampai sekarang jumlah W175 sudah mencapai 29 ribu unit, sisanya W250 yang 1000 unit. Yang W250 ngak banyak," tutup Michael.

(kpl/nzr/tys)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami