Beri Bantuan ke Desa Terisolir, Perjuangan Mulyadi Gerindra Terabas Naik Motor Trail Tak Mudah

Berikut ini momen Mulyadi Gerindra saat beri bantuan ke desa terisolir dengan mengendarai motor trail

Senin, 30 Agustus 2021 20:15
Beri Bantuan ke Desa Terisolir, Perjuangan Mulyadi Gerindra Terabas Naik Motor Trail Tak Mudah mulyadi gerindra kirim bantuan ke kampung cioray. ©2021 Merdeka.com/dokumen pribadi

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Mulyadi memberika bantuan kepada masyarakat pedalaman Cioray, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (29/8). Untuk menuju lokasi ia harus menyusuri jalan berbatu hingga naik dan turun bukit.

Sebenarnya akses jalan menuju kampung cukup lebar, namun berlumpur dan tak bisa dilewati. Sehingga Mulyadi harus melewati jalur alternatif yang lebar jalannya tak lebih dari dua meter.

1 dari 3 Halaman

©2021 Merdeka.com/dokumen pribadi

Kanan kiri jalan pun tampak semak belukar tinggi. Perkebunan pisang tak bertuan hingga jurang terlihat di sekelilingnya. Dengan akses jalan yang rusak membuat warga kampung Cioray tampak terisolir.

Karena sulitnya akses, beberapa kali motor rombongan Mulyadi bahkan sempat terjatuh di jalan yang penuh batu, naik, dan turun yang cukup terjal.

"Sudah satu bulan ini setiap akhir pekan saya memberikan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Bogor yang terdampak pandemi Covid-19. Desa Cioray ini yang menurut saya aksesnya paling parah dan memprihatinkan," jelas Mulyadi saat dihubungi merdeka.com, Senin (30/8).

2 dari 3 Halaman

©2021 Merdeka.com/dokumen pribadi

Kedatangannya dadakan. Tak ada seremonial. Bahkan tidak jarang, saat bantuan dibagikan, masyarakat justru sedang tak ada di rumah. Dia pun sempat kesulitan membagikan sembako tersebut. Hingga terpaksa, sekantong bantuan itu hanya ditaruh di depan pintu warga yang memang pagi itu kebanyakan sedang bekerja di kebun.

Mulyadi berharap, bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Terlebih kamping Cioray ini dinilainya sangat memprihatinkan.

"Setidaknya kita ingin melihat dampak sosial ekonomi akibat pandemi. Karena tidak ada pandemi saja wilayah ini sudah sangat memprihatinkan. Karena kue pembangunan yang terasa kurang berpihak, apalagi ada pandemi, padahal secara jarak tidak jauh dari Ibu kota," jelas Mulyadi saat dihubungi merdeka.com.

3 dari 3 Halaman

©2021 Merdeka.com/dokumen pribadi

Kampung Cioray diisi kurang lebih 100 kepala keluarga. Dengan jarak antar rumah yang cukup jauh. Di Kampung ini, jarang ditemui warga memiliki rumah dengan bangunan permanen. Rata-rata, rumah mereka terbuat dari kayu.

Selain itu, posisi antar rumah pun berjauhan dan di sekelilingnya hanya ada perkebunan serta hutan. Tidak ada aspal, hanya tanah merah yang jika hujan jalan menjadi licin.

Penulis: Randy Ferdi Firdaus

Sumber: Merdeka.com

(kpl/ahm)

TAGS :
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami