Berbasis Lambretta, Scomadi Punya Performa Tinggi

Skuter Scomadi berbasis Lambretta GP series. Hanya saja rupanya performa skuter tersebut lebih luar biasa.

Kamis, 22 Agustus 2019 22:15
Berbasis Lambretta, Scomadi Punya Performa Tinggi Scomadi TL125 (zigwheel)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Pada Eicma 2013, dua skuter Scomadi diluncurkan. Ada TL50 dan TL125. Tampilan kedua skuter itu mirip dengan Labretta GP series.

Rupanya, Scomadi memang menggunakan bodi Lambretta GP series. Hanya saja, jantung mekanisnya berbeda. Tapi desain otentiknya tetap dipertahankan.

Dua skuter tersebut hadir dari ide Paul Melici dan Frank Sanderson pada 2005. Mereka sebelumnya memiliki beberapa prototipe skuter berkonsep moder klasik. Hingga akhirnya dua skuter tersebut dirilis. Kini hanya tersisa TL125 dan TL200, seperti yang dipaparkan laman resminya.

 

1 dari 3 Halaman

TL125

TL125

Meski klasik, skuter ini memakai mesin Aprilia SR 125. Tapi tak sepenuhnya sama. Ada beberapa penyesuaian. Ukura bore dan stroke berbeda, pun beberapa teknologi canggih ditanggalkan, seperti ride-by-wire.

 

Kubikasi bersih jantung pacu sebesar 124,6cc 4-katup SOHC. Ukuran diameter dan langkah dibuat 52,4 x 57,8 mm. Alhasil, ia sanggup memroduksi tenaga 10 hp pada 8.000 rpm dan torsi puncak 9,67 Nm pada 7.200 rpm.

Semua itu didorong oleh transmisi CVT dan memiliki sistem pendingin udara. Teknologi mesin sudah 4 tak dan memenuhi standar Euro-4.

Desainnya tak beda dengan Lambretta GP series. Hanya saja, beberapa elemen diperbarui. Speedometer misalnya, diganti dengan layar full digital nan informatif. Mika lampu beserta lampunya juga baru dengan sumber pencahayaan LED.

Tapi itu hanya untuk bagian belakang dan sein. Sementara itu, headlightterlihat masih mempertahankan bohlam konvensional. Sisanya, benar-benar sama. Paling ikonik, pengadaptasian spatbor fixed atau biasa disebut bego di Indonesia. Shield depan, dek tinggi, bagian samping yang panjang serta mengotak diperhatikan.

Rangka tubular yang jadi konstruksiutama masih sama. Berkat itu, motor terkenal dengan rigidtasnya. Topangan tadi dikawinkan dengan suspensi ganda hidrolis yang bisa disetel di depan. Sementara di belakang, pakai suspensi tunggal yang juga bisa disesuaikan.

Maksimalisasi handling ditambah lagi dengan balutan ban Pirelli Angle Scoter berukuran 110/70-12 di depan dan 120/70-12 di belakang. Sistem pengeremannya memakai dua buah disc brake di depan berukuran 220 mm dan 200 mm di belakang. Sayang, versi ini belum ABS. Mereka menanamkan teknologi CBS (Combi-Brake System), yang bekerja saat tuas rem belakang ditarik. Area kaki-kaki ini jadi mirip Lambreta V125 Special.

2 dari 3 Halaman

TL200

TL200

Tak ada perbedaan pada desain dan fitur dengan versi kecilnya. Dimensi total tetap berukuran 1.870x620x1115mm. Jarak sumbu roda juga diset sepanjang 1.370mm. Beratnyayang berbeda, selisih sekitar 12kg dengan versi 125cc, seberat 137kg. Hal ini wajar, sebab gendongan mesinnya lebih besar serta beberapa spesifikasi kaki-kaki yang berbeda.

Jantung pacunya memiliki konfigurasi satu silinder berkubikasi 181cc DOHC. Beberapa sumber menyebutkan, pembuat mesinnya juga Aprilia. Sealin mesin lebih besar, kompresinya juga berada di rasio yang sangat padat, 12.1:1. Hasilnya, sanggup membaut tenaga 18,3 hp pada 8.250 rpm dan torsi puncak 15,5 Nm pada 6.500 rpm.

Ukuran diameter dan langkah sebesar 63mm x 58mm x 58 mm membuat performanya 'gila' sejak putaran menengah hingga atas, karena overbore. Catatan di atas kertas sangat impresif. Pasti menyenangkan bermanuver di atas motor ini, berkat performa dan rigiditas rangka yang sudah terkenal. Perbedaan berikutnya, radiator siap mendinginkan suhu mesin saat dikuras kemampuannya. Tak perlu khawatir overheat.

Rangka tubular tentunya sama persis dengan versi kecil. Namun ramuan suspensi sedikit dibedakan. Bagian depan ditopang dua shock breaker dengan berbagai setelan, begitupun di belakang. Tentunya racikan ini berimbas pada pengendalian yang lebih akurat saat bermanuver di sudut-sudut tajam. Soal ban, sama saja. Pirelli Angle Scooter tetap membalut pelek palang dengan ukuran yang sama. Nah, urusan penahan laju, ia lebih lengkap dengan sisipan sensor ABS (Anti-lock Braking System) dua channel.

3 dari 3 Halaman

Harga

Harga

Banderolnya memang agak mahal. TT125 bisa ditebus dengan harga 2.950 Pound Sterling atau setara Rp 50,9 jutaan. Sementara TT200 dibanderol 4.100 Pound Sterling, yang jika dikonversi sebesar Rp 70,8 juta. Sebagai informasi, walaupun bermerek Inggris dan ber-DNA Italia, motor ini diproduksi di Thailand. Sayang, belum ada importir maupun APM yang mau menaungi merek satu ini di Indonesia.

Sumber: OTO.com

(kpl/tys)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami