Benarkah Kemenhub Larang Mudik Karena Ingin Jualan Stiker Khusus?

Beredar informasi yang menyebutkan bahwa Kemenhub melarang mudik karena ingin jualan stiker khusus, benarkah?

Selasa, 04 Mei 2021 21:15
Benarkah Kemenhub Larang Mudik Karena Ingin Jualan Stiker Khusus? Bus yang beroperasi selama larangan mudik akan diberi stiker khusus. ©Liputan6 com/Angga Yuniar

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Beberapa waktu lalu beredar informasi yang menyebutkan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melarang mudik untuk kepentingan bisnis. Bisnis yang dimaksud adalah menjual stiker khusus untuk bus yang diperbolehkan beroperasi selama larangan mudik.

Informasi tersebut diunggah di Facebook dengan narasi sebagai berikut:

"Katanya: Bus tidak boleh mengangkut penumpang mudik lebaran, Faktanya: Bus boleh beroperasi untuk mudik, asal pakai stiker khusus dari Kemenhub"

Selain itu juga terdapat narasi: "Ternyata jualan stiker mudik ya! #rezimkualat"

(c) Istimewa

1 dari 3 Halaman

Penelusuran

Hasil penelusuran, terkait klaim bahwa stiker khusus yang diberikan Kemenhub ke sejumlah armada bus sebagai ajang bisnis, adalah tidak berdasar.

Dilansir dari merdeka.com, Kemenhub memang menerbitkan stiker khusus bagi bus yang akan tetap beroperasi selama masa peniadaan mudik Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah pada 6-17 Mei. Stiker ini ditempelkan pada kendaraan yang akan digunakan untuk mengangkut penumpang dengan keperluan selain mudik.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, menegaskan bus dengan stiker khusus ini bukan melayani pemudik, tapi masyarakat yang melakukan perjalanan selain mudik dan telah memenuhi syarat serta ketentuan sesuai peraturan dari Satgas dan Kementerian Perhubungan.

"Oleh karena itu kami menerbitkan stiker ini untuk memudahkan para petugas mengidentifikasi bus yang memang boleh beroperasi karena mengangkut penumpang yang telah memenuhi syarat," tegasnya di Jakarta, Senin (3/5).

2 dari 3 Halaman

Sesuai dengan ketentuan di Surat Edaran Satgas No 13 tahun 2021 dan Peraturan Menteri Perhubungan No 13 tahun 2021, dalam masa pelarangan mudik masih ada masyarakat yang dapat melakukan perjalanan non mudik yaitu bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil, persalinan dan orang dengan kepentingan tertentu non mudik yang semuanya dengan syarat membawa surat dari kepala desa/lurah setempat yang bertanda tangan basah/ elektronik.

Dia menambahkan, stiker ini diberikan secara gratis dan dikoordinir oleh Direktorat Angkutan Jalan Ditjen Hubdat dan hanya bisa didapatkan dengan mengisi data pada tautan: https://forms.gle/Dq93DyFVgepPV2oW7.

"Sementara itu bagi pegawai yang akan melakukan tugas atau perjalanan dinas mohon menyertakan persyaratan seperti surat izin perjalanan. Jadi kami tegaskan kembali bus tetap tidak boleh mengangkut pemudik, hanya boleh mengangkut penumpang dengan persyaratan tertentu seperti ketentuan dari SE Satgas Nomor 13/2021 dan PM Nomor 13/2021," pungkas Dirjen Budi.

3 dari 3 Halaman

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran tersebut, klaim bahwa stiker khusus yang diberikan Kemenhub ke sejumlah armada bus merupakan ajang bisnis adalah tidak benar.

Padahal, faktanya bus dengan stiker khusus ini hanya diperuntukkan untuk kepentingan perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan keluarga yang meninggal dunia, ibu hamil, dan kepentingan persalinan.

Penulis: Syifa Hanifah

Sumber: Merdeka.com

(kpl/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami