Begini Sulitnya Proses Pengecatan Motor Modifikasi

Pengecatan dalam memodifikasi menjadi bagian yang tak terpisahkan. Selain memberikan karakteristik atau keunikan, pengecatan akan membuat tampilan kendaraan yang dimodifikasi terlihat semakin menarik.

Rabu, 01 Agustus 2018 08:45
Foto: Istimewa
Editor : Ahmad Muzaki
Reporter : Muhammad Hafid Asisi

Otosia.com - Pengecatan dalam memodifikasi menjadi bagian yang tak terpisahkan. Selain memberikan karakteristik atau keunikan, pengecatan akan membuat tampilan kendaraan yang dimodifikasi terlihat semakin menarik.

Sayangnya, proses modifikasi ini sering dipandang sebelah mata. Padahal menurut Firman selaku Airbursh and Painting Artist rumah modifikasi Street Arts Custom, pengerjaan cat membutuhkan kemampuan dan pengetahuan tersendiri, serta proses cukup panjang.

Lantas seperti apa proses pengecatan pada kendaraan yang dimodif? Pengerjaan cat terdiri atas beberapa langkah. Di mana prosesnya sendiri terbagi berdasarkan komponen yang akan dicat apakah itu bawaan pabrik atau buatan sendiri.

"Kalau komponen pabrikan seperti tangki masih agak lebih ringan pengerjaannya. Karena sudah mulus cuma butuh diamplas (menghilangkan cat), kemudian base coat (cat dasar), amplas halus, naik warna, clear dasar, amplas lagi baru finishing," jelas Firman kepada Otosia di Depok, Minggu (29/07/2018).

Untuk komponen yang dibuat sendiri atau kustom, menurut Firman membutuhkan langkah lebih panjang. Yang pertama yakni membuat permukaan komponen menjadi mulus dengan dempul dan amplas. Tujuanya untuk meratakan permukaan komponen. Setelah kedua proses itu dilakukan, tahap selanjutnya pengaplikasian epoxy.

"Setelah didempul dan diamplas halus, kemudian di-epoxy, baru warna dasar, naik warna dan seterusnya sama seperti komponen bawaan pabrik," jelas Firman.

Proses di atas mungkin terlihat sederhana, namun masing-masing langkah memiliki tingkat kesulitan dan risiko. Bahkan menurut Firman, tahap awal pengerjaan menjadi proses yang paling sulit. Pasalnya, apabila terjadi kesalahan seperti dempul yang memiliki ketebalan tidak rata akan mempengaruhi hasil akhir.

"Yang sulit itu justru tahap awalnya. Dari mulai dempul, pengaplasan dan epoxy. Kalau tidak rata ada saja permasalahannya. Mulai dari warna yang keluar nanti jadi beda-beda atau bahkan rusak karena catnya ketarik. Kalau dari sini saja sudah salah, biasanya ulang lagi dari awal. Dan yang bikin lama itu harus nunggu keringkan," jelas Firman.

Dengan proses sepanjang dan sesulit itu siapa sangka banderol yang biasanya ditawarkan kepada konsumen sangat murah. Padahal menurut Firman, untuk pengerjaan tangki motor dengan warna sederhana membutuhkan waktu hingga 4 hari.

"Kalau di SAC biasanya Rp500 ribuan (tangki dengan motif sederhana). Kalau dibandingkan dengan prosesnya, itu murah banget," jelas Firman.

Baca Ini Juga Dong Otolovers

(kpl/fid/ahm)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami