Begini Rilis Kemenhub Mengenai Aturan Klakson

Biar tidak ditilang gara-gara klakson yang terlalu kencang, atau menyalahi aturan, mari disimak rilis resmi dari Kemenhub berikut ya!

Senin, 23 Oktober 2017 12:00
Ilustrasi Klakson (foto: KlaksonTelolet)
Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Mungkin bagi para penggemar klakson telolet yang biasanya dipasangkan di bus maupun truk tertentu, rilisan dari kemenhub RI berikut ini separuhnya akan jadi mimpi buruk. Karena rilisan lewat infografis yang diberikan oleh kemenhub RI menyangkut masalah kelakson dan volume klakson itu sendiri.

Diunggah oleh akun Twitter kemenhub RI pada tanggal 22 Oktober 2017, disebutkan bahwa klakson kendaraan harus memiliki volume maksimal dan minimal untuk bisa dianggap layak. Pemberian rentang volume tersebut mutlak supaya para pengendara bisa tetap merasa nyaman satu sama lain.

Syarat dari penggunaan klakson ada 2 poin utama. Yang pertama yakni klakson harus mengeluarkan bunyi dan dapat digunakan tanpa mengganggu konsentrasi pengendara, dan yang kedua adalah klakson paling rendah dengan volume 83 desibel dan paling tinggi 118 desibel.

Rilisan yang dikeluarkan oleh kemenhub RI tersebut berdasarkan peraturan pemerintah nomor 55 tahun 2012 pasal 39 dan 69. Secara spesifik belum ada hukuman khusus kepada ketidaklayakan kelakson, hanya saja kemungkinan jika ada pelanggaran, pengendara akan dikenakan pidana kurungan 1 bulan dan denda paling banyak 250.000 menganut pasal 285 ayat 1.

BERITA YANG TAK BOLEH DILEWATKAN LAINNYA!

(kpl/fjr)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami