Begini Hasilnya Ketika Seorang Arsitek Bangunan Mendesain Motor

Dalam mendesain motor ini ada tiga variabel penting dalam desain arsitektur yang diterapkan

Rabu, 09 Oktober 2019 18:15
Begini Hasilnya Ketika Seorang Arsitek Bangunan Mendesain Motor .02View (Istimewa)

Editor : Ahmad Muzaki
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Dunia cutsom motor rupanya meracuni salah satu arsitek asal Jakarta, Julian Palapa. Ia punya sudut pandang berbeda ketika merestorasi sebuah sepeda motor.

Sebagai seorang arsitek yang biasa membidangi lahirnya sebuah bangunan, Julian juga punya asa memodifikasi motor Royal Enfield Himalayan. Dalam benaknya, motor bergenre adventure itu ingin ditampilkan dalam konsep berbeda.

Bagi Julian, Royal Enfield Himalayan adalah motor dengan karakter petualang tangguh. Ia ingin mengubahnya menjadi lebih metropolis daripada sekadar menerabas medan berat.

"Nah, bagaimana caranya karakter kuat tersebut kita ubah sedikit untuk menambah kelincahan motor ini dalam menerabas mobilitas metropolitan," ucap pendiri firma arsitektur

Visi Julian akhirnya dapat terwujud dengan mengikuti kompetisi modifikasi Royal Enfield bertajuk RE-Build dari dealer resmi mereka, PT Distributor Motor Indonesia (DMI).

"Pada awalnya saya ragu untuk mengikuti RE-Build. Setahu saya, yang ikut kompetisi itu builder papan atas semua. Mendengar nama-nama kontestan saja membuat saya kecil hati," tutur Julian.

Ia sempat merasa pesimis. Julian bertanya dalam hati, apa iya seorang arsitek punya kans untuk berkompetisi melawan builder dengan nama besar? Namun Julian berketetapan hati untuk mengikuti kompetisi tersebut. "Maju saja deh. Nothing to lose," tambah pria berumur 43 tahun ini.

Ia mengumpulkan sekitar 3 tim arsiteknya untuk bersama-sama brainstorming merancang desain modifikasi Royal Enfield Himalayan yang terbilang maskulin ini. "Saya menerapkan filosofi desain rancang bangunan yang fungsional. Proposal desainnya pun terkesan bergaya ala firma arsitektur. Bukan anak motor," jelas Julian.

1 dari 2 Halaman

Desain

Desain

Dalam mendesain Royal Enfield Himalayan ini, Julian mengimplementasikan tiga variabel penting dalam desain arsitektur. Pertama adalah firmitas atau struktur rancang bangun, lalu utilitas atau fungsi bangunan dan yang terakhir adalah venustas atau estetika.

“Tiga variable ini adalah yang terdasar dalam merancang sebuah bangunan. Saya coba untuk membawa nilai ini ke dalam Royal Enfield Himalayan,” lanjut pria yang juga anggota Royal Riders Indonesia.

Ketika ditanya mengenai style desain favoritnya, Julian berkata bahwa ia menghindar dari bentuk kotak dalam sebuah gaya tertentu. “Free from any style", ucapnya.

Julian sengaja menghindar dari typecast desain tertentu, agar tetap relevan dalam keadaan apa pun. Yang penting beauty follows function. Itu resepnya ketika membangun motor yang ia namakan .02View ini.

Nama .02View (baca: second view) sendiri dipilih Julian untuk menggambarkan cara pandang berbeda yang Ia ambil saat mengembangkan konsep motor ini.

Dalam proposalnya, Julian menggambarkan secara detail tiap-tiap bagian dari rencana modifikasinya.

“Intinya seperti saya mengajukan proposal desain bangunan saja,” tambahya. Ia menghadirkan sisi pandang yang baru, petualangan Royal Enfield Himalayan untuk menerabas padatnya mobilitas di kota metropolitan. “Inspirasi desainnya tracker tahun 70an, tapi dengan parts modern yang menunjang,” sambungnya.

Dalam kompetisi tersebut, Julian menawarkan desain thinking yaitu motor adventure yang mampu berpetualang dalam menerabas padatnya kota metropolitan. Namun, dilengkapi dengan parts modern yang mampu menunjang mobilitas pengendaranya secara harian.

Usai mengajukan desain .02View, Julian kembali melanjutkan kegiatan sehari-harinya sebagai arsitek. “Ketika saya berlibur di Amsterdam, datanglah telepon dari DMI yang menyatakan bahwa desain saya lolos. Saya tidak

menyangka, serta takjub. Kok bisa ya desain saya terpilih dari antara karya para suhu modifikasi motor di Indonesia?,” heran Julian.

 

2 dari 2 Halaman

Menjawab tantangan

Menjawab tantangan

Julian ditantang oleh para juri untuk menyelesaikan desainnya menjadi kenyataan hanya dalam waktu 7 bulan. Proses pengerjaan .02View terbilang tidak mudah. Shock depan Showa diusahakan untuk dipasang dengan menciptakan segitiga atau triple tree baru. Shock depan tersebut ditunjang dengan sistem pengereman double disc dengan 8 piston dari Nissin Radial, jelas menjanjikan keamanan dalam berkendara.

Belum lagi mencetak ulang velg belakang berbahan dasar aluminium. Uniknya, pelek tersebut memiliki secondary skin atau dop berbahan galvalum. Bahan unik ini biasanya diimplementasikan untuk pembuatan kanopi memiliki fungsi untuk melindungi bagian rumah atau bangunan lainnya dari hujan atau sinar matahari. Jika dibandingkan dengan bahan lainnya, galvalum tergolong lebih awet dan tahan lama serta tahan terhadap karat ataupun akibat perubahan cuaca dan kelembapan.

Berbalurkan striping kuning disertai warna putih dan hitam, kesan visual .02View adalah hasil polling yang dilakukan Julian melalui media sosial. Sekitar 189 orang turut berpartisipasi dalam polling tersebut, yang dilaksanakan di Instagram, facebook dan WhatsApp.

Secara umum, dimensi motor berubah. Tinggi awal dari tanah ke jok pengemudi menyusut, dari yang awalnya 800mm menjadi 760 mm. Panjang motor secara keseluruhan turut menyusut, dari awalnya 2.190 mm, menjadi 2.110 mm. Hal ini bertujuan agar siapapun yang mengendarai .02View tidak akan mengalami kesulitan ketika berpijak ke tanah, yang jelas menunjang kelincahan dalam berkendara.

Menurut Julian, keberhasilan sebuah karya dinilai dari kemampuannya dalam menggugah emosi manusia. Ia percaya bahwa yang membatasi sebuah desain hanyalah kemauan dari setiap orang untuk berimajinasi.

“Kehadiran .02View bukan untuk berkompetisi. Bukan untuk menunjukkan siapa lebih unggul. Saya hanya menyajikan sisi pandang baru, yang personal dari profesi seorang arsitek, dalam memodifikasi motor,” pungkas Julian.

(kpl/nzr/ahm)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami