Begini Cerita di Belakang Motor Lucky Draw Kustomfest 2019

Motor lucky draw mengambil dasar dari Triumph T140 Bonnevile 750, motor buatan Inggris yang paling sukses di dunia

Sabtu, 05 Oktober 2019 16:15
Begini Cerita di Belakang Motor Lucky Draw Kustomfest 2019 Motor Lucky Draw Kustomfest 2019 (Otosia.com/Nazarudin Ray)

Editor : Ahmad Muzaki
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Motor custom bergaya flat track menjadi lucky draw yang diperebutkan pengunjung Kustomfest. Acara ini sendiri berlangsung 5-6 Oktober 2019 di Jogja Expo Center, Yogyakarta.

Motor lucky draw mengambil dasar dari Triumph T140 Bonnevile 750, motor buatan Inggris yang paling sukses di dunia.

Sementara konsep flat track dipilih karena sesuai dengan program yang pertama kali dihadirkan di Kustomfest, yakni Flat Track Race."Ada konektivitas antara lucky draw dengan program perdana di Kustomfest tahun ini," terang Lulut Wahyudi, Direktur Kustomfest.

1 dari 2 Halaman

Motor Ontoseno

Motor Ontoseno

Kemudian motor lucky draw tersebut diberi nama tokoh pewayangan ‘Ontoseno’ dan dibuat berdasarkan inspirasi, pengalaman serta filosofi mendalam yang serta merta dilebur jadi satu.

Ontoseno merupakan Satria Pandawa, putra Werkudoro (Bimo) yang mengorbankan dirinya untuk kemenangan dan kejayaan Pandawa di perang Baratayudha.

"Anak Bima, selain Ontoseno ada Gatotkaca. Kenapa tidak kita ambil Gatotkaca? Karena Ontoseno merupakan tokoh kunci kemenangan perang Baratayudha. Meski tidak populer, namun Ontoseno berani mengambil keputusan atas dasar kecintaannya yang besar atas negara yang ia sayangi. Hal tersebut yang mendasari saya memilih sosok Ontoseno," papar Lulut.

la juga merasakan jika nilai-nilai budaya luhur seperti dulu sudah jarang terjadi di era milenial saat ini. Ontoseno merupakan representasi yang ril tentang jiwa dan spirit berani berkorban demi negara dan orang-orang yang dicintainya.

“Ontoseno sosok sakti mandraguna, saya lihat cocok dengan motor Triumph, jadi langsung langsung gaspol,” tukas Lulut seraya menyebut bahwa motor lucky draw digarap selama 3 minggu.

2 dari 2 Halaman

Alasan Tema Flat Track

Alasan Tema Flat Track

Alasan lain dipilihnya Triumph Bonnevile, menurut Lulut karena kedigdayaan motor ini di ajang Production TT (Tourist Trophy). Di ajang balapan prestisius inilah nama Bonneville menjadi tenar.

Tidak salah kiranya Ontoseno mengusung tema Flat Track, karena masih ada DNA-DNA balap yang ada dalam Triumph T140 Bonnevile.

Motif kotak-kotak pada sektor tangki bahan bakar merupakan cerminan visual dari sosok Ontoseno sesungguhnya yang menggunakan balutan bermotif kotak-kotak.

Dengan kehadiran Ontoseno ini, Lulut berharap kepada generasi muda untuk tidak hanya nenuntut dari sekelilingnya termasuk dari orang tua maupun negara. Tetapi apa yang bisa dilakukan, diperbuat dan dikorbankan bagi negara dan orang-orang di sekeliling.

"Jika hal dasar tadi tertanam dengan baik, dengan begitu orang tersebut akan masuk pada level berpikir yang seimbang. Tidak hanya menuntut, namun juga berpikir apa yang bisa diberikan dan dikorbankan," katanya.

"Berkorban di sini bukan berarti harus mengorbankan nyawa seperti Ontoseno, tapi berkorban dalam arti apa yang bisa diberikan setiap individu untuk semuanya demi kebaikan dan kesatuan terutama untuk negara yang kita cintai ini,” tutup Lulut.

(kpl/nzr/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami