Begini Cara Aman Menyalip Rombongan Pesepeda di Jalan Raya

Bersepeda di jalan raya berisiko terserempat sepeda motor. Namun ada cara aman menyalip rombongan pegowes agar tidak saling berbenturan

Minggu, 05 Juli 2020 15:15
Begini Cara Aman Menyalip Rombongan Pesepeda di Jalan Raya Pesepeda di jalan raya (Nazar Ray)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Belakangan bersepeda atau gowes menjadi tren, terlebih setelah adanya pandemi COVID-19. Tidak heran jika banyak jalan raya di kota besar, apalagi saat car free day (CFD), banyak terlihat rombongan pesepeda.

Namun keberadaan pesepeda di jalan juga dapat menimbulan benturan dengan kendaraan lain, terutama sepeda motor yang kerap berada di sisi kiri jalan. Karena itu pemotor harus melakukan langkah antisipatif, terutama saat ingin menyalip rombongan pehobi gowes.

Menurut Asep Wawan, Senior Instruktur Safety Riding PT Daya Adicipta Motora, jika menemui rombongan besar pesepeda dalam satu perjalanan, pemotor dianjurkan jaga jarak aman dan mengambil jalurnya sendiri.

 

1 dari 3 Halaman

Jika ingin menyalip sepeda, lakukanlah dari sisi kanan. Tidak disarankan menyalip dari sisi kiri, agar tidak bertabrakan dengan pesepeda.

Tekniknya, jika pemotor hendak menyalip, ambil dari sisi kanan sepeda. Jangan dulu langsung menyusul, tapi pelan-pelan ke kanan dari sisi sepeda. Kemudian menyalakan sein, dan break satu kali klakson. Membunyikan klakson cukup sekali sebagai pertanda bagi pesepeda bahwa ada kendaraan di belakang mau menyusul. Tapi ingat, jangan banyak memainkan klakson karena ditakutkan malah membuat panik pegowes.

"Dengan demikian teknik menyalipnya penuh kewaspadaan dan jaga jarak. Jangan terlalu mepet. Jadi sebelum nyalip jaga jarak, kemudian melebar agak ke kanan, kasih sein dan klakson, baru kemudian nyalip," terangnya.

 

2 dari 3 Halaman

Lantas berapa jauh menjaga jarak dengan rombongan pesepeda di depan? Asep mencontohkan, jika sepeda motor dalam kecepatan 20 km/jam, maka jaga jarak idealnya 5-8 meter.

"Intinya kita yang harus mengalah, salipnya dengan cara yang aman, kemudian tinggalkan," katanya. Sepeda harus tetap berada pada sisi paling kiri, ikuti jalur pesepeda. Berjalan di sisi yang sudah ditetapkan, berada di jalur sepeda. Motor pun tetap di jalur untuk bermotor, jangan menggunakan jalur pesepeda. Yang bermotor harus menyalip dari kanan di jalur bermotor," imbuhnya.

 

3 dari 3 Halaman

Yang jadi masalah, lanjut Asep, tidak sedikit pesepeda asyik mengobrol dengan teman di sampingnya. Di satu sisi, pemotor di belakang tidak sabar mau mendahului. Kondisi ini bisa memicu terjadinya benturan.

"Pesepeda misalnya mengobrol dengan temannya berdampingan, jadi tanpa sadar dia melebar. Di sisi lain ada pemotor di belakangnya yang tidak sabaran mau nyalip. Karena dari kanan nyalip tidak bisa, akhirnya menyalip dari sisi kiri. Ada peluang sedikit, dia (motor) nyalip ke kiri, padahal di depannya atau di belakangnya ada sepeda. Akhirnya nubruk juga," tukasnya.

(kpl/nzr)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami