BBM Premium Naik, Tarif Angkutan terkena dampak

Di tengah wacana kenaikan harga bahan bakar premium bagi kendaraan bermotor, pihak pengelola jasa angkutan umum kemungkinan besar akan menaikkan tarif bagi para penumpangnya.

Kamis, 11 April 2013 19:30
Pengisian BBM (by: Wahyu)
Editor : Ahmad Khoirudin

Otosia.com - Di tengah wacana kenaikan harga bahan bakar premium bagi kendaraan bermotor, pihak pengelola jasa angkutan umum kemungkinan besar akan menaikkan tarif bagi para penumpangnya.

Organda DKI sudah memberi gambaran bahwa hal ini akan berdampak ke segala segi termasuk tarif tersebut. Dalam pandangannya, kenaikan dimungkinkan mencapai sepertiga dari total keseluruhan biaya.

"Harga BBM itu merupakan 30 persen komponen biaya industri transportasi, paling besar dibanding komponen suku cadang atau lainnya," ungkap pimpinan Organda DKI Jakarta.

Kementerian Perekonomian sebelumnya menilai bahwa kenaikan tarif bagi angkutan umum memang menjadi dampak dari kenaikan harga bahan bakar premium. Namun, disebutkan bahwa kenaikan bisa dilakukan dengan batas wajar tertentu.

Angka wajar yang dimaksud adalah di kisaran 10 sampai 20 persen dari tarif awal. Namun, hal ini disanggah pihak Organda DKI Jakarta karena akan menyulitkan pengusaha angkutan. Pasalnya, para pengusaha ini dituntut untuk peremajaan, memberi layanan dengan keselamatan dan kenyamanan sehingga tidak akan sebanding jika tarifnya diharapkan selalu murah.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku sedang memikirkan dua opsi mengatasi defisit anggaran akibat subsidi bahan bakar minyak. Muncul kemungkinan bahwa pemerintah akan menaikkan harga jual premium menjadi sangat besar.

Menteri Perindustrian MS Hidayat membenarkan bahwa Presiden sedang merancang dua opsi mengatasi persoalan subsidi BBM. Dia mengatakan pilihan apa pun yang bakal diambil pemerintah tentu akan mengganggu pertumbuhan industri. Namun, perhitungan matang diharapkan tidak berdampak besar terhadap industri meskipun bahan bakar premium naik melebihi Rp 6.000 per liter.

Artikel Terkait

Subsidi BBM Berdasar Usia Mobil Tak Relevan

Kebijakan Penghematan BBM Tinggal Menghitung Hari

Stiker Khusus 'Pelat Merah' Mulai Dipasang

(kpl/why/rd)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami