Batal Uji Terbang, Mobil Terbang Pertama Malaysia Buatan Cina

Mobil terbang Malaysia belum mendapatkan izin uji terbang dari otoritas Malaysia CAAM. Padahal mobil terbang buatan Cina itu sudah dijadwalkan untuk uji terbang.

Jum'at, 22 November 2019 07:15
Batal Uji Terbang, Mobil Terbang Pertama Malaysia Buatan Cina EHang 216 (Paultan)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Mobil terbang milik Malaysia dijadwalkan menjalani uji terbang pada 21 November 2019. Tapi rupanya, hal itu dibatalkan lantaran belum mendapatkan izin otoritas penerbangan sipil Malaysia, CAAM.

Melansir Paultan, CAAM menyatakan meskipun mobil terbang EHang 216 tersebut demi pengembangan industri, tetap saja harus sesuai dengan Malaysian Civil Aviation regulation 2016 (MCAR 2016) untuk memastikan keamanan.

Rencananya, uji terbang itu dilakukan di UNIKL MIAT Hangar Subang. Lokasi itu berjarak kurang dari 200 meter dari jalur penerbangan komersial dan helikopter, yang mana berada dalam zona kontrol terminal Bandara Subang.

"EHang 216 hanya mengeluarkan izin special flight permit (SFP), oleh State of Design (administrasi penerbangan sipil Cina), yang mana batas untuk penelitian dan pengembangan terbangnya ada di Grand World Science Park, Guangzhou," begitu pernyataan CAAM.

1 dari 2 Halaman

Otoritas juga mengatakan bahwa mereka tengah melakukan penyelidikan terhadap penerbangan demonstrasi tanpa izin yang melibatkan pesawat tak berawak penumpang, yang dibuat oleh perusahaan China Beijing Yi-Hang Creation Science & Technology Co, pada 15 November lalu di area yang sama di area Bandara Subang.

Sebelumnya, awal pekan ini, Menteri Pengembangan Wirausaha Malaysia, Datuk Seri Mohd Redzuan Md Yusof mengumumkan, bahwa dirinya akan menjadi salah satu penumpang di dalam EHang 216.

2 dari 2 Halaman

Hasil Kolaborasi dengan Cina

Hasil Kolaborasi dengan Cina

EHang 216 sendiri adalah mobil terbang buatan Cina. EHang 216 memiliki 8 lengan dengan dua motor listrik di masing-masing lengan yang terhubung ke baling-baling sehingga menghasilkan 16 rotor.

Unit seberat 360 kilogram itu memiliki struktur aero-kabin yang muat dua penumpang, dengan maksimal beban 260 kilogram. Daya jangkaunya mencapai 35 kilometer dengan kecepatan 130 kpj.

EHang 216 akan diperkenalkan sebagai Super Drone, dan merupaan hasil perusahaan patungan antara pabrikan lokal EastCap Berhad dan dua perusahaan Cina, EHang Intelligent Equipment (Guangzhou) dan Strong RIch Holdings. Kemitraan itu diatur untuk menangani pemasaran, operasi, dan pemeliharaan di Malaysia.

(kpl/tys)

TAGS :
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami