Bagaimana Cara Tim Teknisi MotoGP Mengakali Pemuaian Bahan Bakar?

Padahal belum ada teknologi yang mampu menstabilkan suhu bahan bakar ketika sudah memasuki tangki.

Sabtu, 11 Februari 2017 12:15
Bagaimana Cara Tim Teknisi MotoGP Mengakali Pemuaian Bahan Bakar? Ilustrasi motor Marc Marquez by CycleWorld

Editor : Nurrohman Sidiq

Otosia.com - Kamu pasti pernah mendengar atau belajar tentang teori yang menyebutkan jika cairan dipanaskan, maka akan terjadi peristiwa penguapan dan perubahan energi. Sama dengan bahan bakar sepeda motor, dengan panas yang sangat tinggi, volume bahan bakar di dalam tangki akan ikut berkurang seiring pemakaian dan penguapan yang terjadi.

Lalu, bagaimana jika motor harus dipakai dalam race sekelas MotoGP? Format mesin 1.000cc dan motor yang harus digeber mencapai 20-an laps, pasti akan membuatnya cepat panas dan adanya pembatasan kapasitas bahan bakar, tentu saja menuntut tim harus ekstra teliti.

Cara paling efektif yang dilakukan oleh tim teknisi MotoGP tentu saja mempertahankan suhu bahan bakar tetap dingin dan stabil karena jika sampai menguap, batasan volume 22 liter untuk musim MotoGP 2017 ini, pasti akan membuat para rider kehabisan 'amunisi' di tengah pertandingan.

Adapun regulasi MotoGP mewajibkan untuk mendinginkan bahan bakar tidak lebih dari 15 derajat celcius di bawah suhu lingkungan saat sebelum digelontorkan ke tangki motor. Jadi, misalkan temperatur lingkungan 25 derajat Celcius, maka suhu bahan bakar harus 10 derajat Celcius.

Belum ada perangkat apa pun yang bisa menurunkan derajat suhu bahan bakar ketika sudah masuk ke dalam tangki, sehingga cara paling efektif tentu saja harus menyesuaikannya secara tepat dan cepat sebelum motor memasuki lintasan. Biasanya, akan ada laporan suhu udara di lintasan satu jam sebelum race, dan pada saat bersamaan tim akan melakukan treatment khusus pada komponen-komponen bahan bakar.

Setiap tim teknisi akan mengecek bahan bakar termasuk kondisi tangki motor hingga proses penggelontoran ke dalam tangki, demi memastikan semua elemen menyatu dan temperaturnya tidak melampaui batasan minimum. Proses inspeksi tangki pun harus disetujui terlebih dahulu oleh pihak teknisi inspektor hingga limit suhu tangki diyakinkan aman.

Ketika motor meninggalkan pit lane dan bergabung di grid, sesuai regulasi 2016, motor harus sudah memiliki 22 liter bahan bakar dengan suhu 15 derajat Celcius lebih rendah dari suhu lingkungan. Dan saat mesin dipanaskan, bahan bakar tersebut pasti akan mengalami pemuaian meskipun sangat sedikit. Oleh karena itu, biasanya tangki selalu memiliki kapasitas lebih besar misalkan 22,1 liter untuk mengantisipasi adanya luapan volume hasil pemuaian.

Selain itu ada cara lain dengan memanfaatkan umbrella girl untuk menahan terik matahari yang meradiasi tangki. Simak pada halaman berikutnya.

1 dari 1 Halaman

Memanfaatkan Umbrella Girl

Memanfaatkan Umbrella Girl

Ada kalanya, para tim teknisi menutup tangki bahan bakar pada saat stand by di grid, seperti Ducati yang meng-cover tangki motor Andrea Iannone. Menariknya, umbrella girl sejatinya bukan cuma berguna melindungi pembalap dari teriknya panas matahari, tapi juga tangki bahan bakar. Jadi keberadan para bidadari yang rela berpanas-panasan itu sebenarnya bukan sekadar gaya lho Otolovers!

Regulasi berikutnya mewajibkan adanya 'pipa pernapasan' satu arah yang berperan untuk mengeluarkan hasil muai bahan bakar dengan kapasitas minimum 200cc dan maksimum 250cc. Sistem overflow ini akan membuat motor kehilangan bahan bakar akibat hasil muai yang harus dibuang karena melebihi kapasitas tangki.

Yamaha mengakali masalah ini dengan menjepit pipa pembuangan tersebut saat ridernya sedang bersiap di grid sehingga tidak ada bahan bakar yang terbuang.

Alex Briggs, salah satu mekanik Valentino Rossi, bercerita kepada CycleWorld di Sachsenring tahun 2015 lalu bahwa penjepit tersebut mampu menghambat bahan bakar terbuang sia-sia saat motor dipanaskan. Begitu Rossi berdiri di garis grid, saluran itu langsung ditutup dan klem dicopot pada saat-saat terakhir sebelum race dimulai. Luar biasanya, dengan hanya memanfaatkan klem ini saja, setidaknya Rossi bisa menghemat bahan bakar hingga satu lap tergantung kondisi cuaca dan sirkuitnya. Keren kan Otolovers?

(kpl/sdi)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami