Atasi Masalah Inden, Daihatsu Suntik Investasi Rp 1 Triliun

Sehubungan dengan masalah inden yang terus terjadi di Indonesia, PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) menambah dealer dan lahan penyimpanan mobil dengan nilai investasi sebesar Rp. 1 triliun.

Selasa, 09 Oktober 2012 16:45
Pabrik Daihatsu Gran Max (Foto: Nazar Ray)
Editor : Anton

Otosia.com - PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) siap memberi solusi terhadap masalah inden yang terus terjadi di Indonesia dengan sejumlah langkah. Selain siap dengan pabrik baru yang mampu memproduksi 100.000 unit mobil per tahun sehingga total menjadi 430.000 unit per tahun, Daihatsu Sales Operation siap menambah dealer dan lahan penyimpanan mobil dengan nilai investasi mencapai Rp. 1 triliun.

"Sekiranya akan ada 30 outlet baru. Nilai investasinya sekitar Rp 40 miliar per tempat," papar CEO AID-DSO, Suparno Djasmin di Jakarta, seraya memperkirakan bahwa hal itu tergantung pada harga tanah.

Langkah ini untuk menyikapi penghargaan dari lembaga riset JD Power Asia Pacific yang menunjukkan bahwa Daihatsu menempati posisi pertama dalam sales satisfaction index (SSI) atau indeks kepuasan konsumen saat melakukan proses pembelian kendaraan. Dengan langkah tersebut, Daihatsu Indonesia ingin mempertahankan raihan posisinya, di atas Honda, Toyota, Suzuki, dan Nissan.

"Inden masih ada untuk beberapa model. Tapi sebagian besar produk kami tidak mengalami keterlambatan pengiriman atau inden," tambah Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, seraya menyebut bahwa mobil niaga pick-up Gran Max punya permintaan yang sangat tinggi dengan penundaan pengiriman hingga 2 minggu.

Data whole sales menunjukkan bahwa dari permintaan 13.532 unit Daihatsu, sebanyak 4.400 unit di antaranya adalah Grand Max.

Lamanya inden atau pesanan mobil hingga akhirnya sampai ke konsumen sudah bukan jadi berita baru di Tanah Air. Seperti diberitakan sebelumnya, pesanan yang terus menumpuk terjadi karena sejumlah sebab, antara lain birokrasi atau pengurusan surat-surat izin sebelum akhirnya menjadi syarat utama.

Wakil Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Wakil Ketua Gaikindo) Jongkie Sugiarto menyebut bahwa waktu pengurusan surat identitas dan berkas kepemilikan kendaraan yang relatif lama menjadi penyebabnya.  

Produsen kendaraan bermotor beralasan lambannya pengiriman pesanan (inden) disebabkan tingginya permintaan konsumen. Wakil Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Jongkie Sugiarto, mengatakan produsen otomotif tidak mampu memenuhi permintaan konsumen lantaran kapasitas produksi terbatas.

"Yang jadi persoalan adalah pengurusan itu melibatkan banyak instansi," ungkapnya.

Tak hanya birokrasi, keterbatasan produksi di pabrik, termasuk tenaga kerja, juga menjadi dua hal yang menjadikan inden mobil tersendat.

(kpl/nzr/bun)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami