Alasan Toyota Corolla Masih Pakai Mesin Sama untuk Pasar Eropa

Mesin berkapasitas 1.6L memang populer dipakai sedan untuk tahun 1990-an. Sedangkan untuk saat ini, sepertinya lebih populer mesin berkapasitas 1.8L atau 2.0L, bahkan turbocharger.

Selasa, 19 Februari 2019 21:45
Toyota Corolla hybrid versi Eropa (Autoindustriya)
Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Mesin berkapasitas 1.6L memang populer dipakai sedan untuk tahun 1990-an. Sedangkan untuk saat ini, sepertinya lebih populer mesin berkapasitas 1.8L atau 2.0L, bahkan turbocharger.

Tapi, generasi Toyota Corolla untuk pasar Eropa sepertinya masih bertahan dengan mesin 1.6L. Melansir Autoindustriya, mesin itu sebenarnya masih ditambah dengan satu teknologi.

Toyota menyebutnya Valvematic. Mesin 1.6L itu akan memiliki tenaga 132 PS dan torsi 159 Nm, jika dibarengi dengan teknologi tersebut. Tapi jika tidak, Corolla hanya mampu menghasilkan tenaga 122 PS dan torsi 154 Nm.

Toyota juga mengklaim lebih efisien. Setiap satu liter bahan bakar bisa dipakai menempuh jarak 15,8 kiklometer dengan mode mix driving. Sedangkan akselerasinyahanya butuh waktu 9,7 detik untuk 0-100 kpj dengan kecepatan tertinggi 200 kpj.

Mesin tersebut tampak lebih menarik untuk para konsumen yang lebih mengutamakan harga yang ekonomis. Tapi sepertinya untuk pasar selain Eropa, Toyota Corolla tak akan memakai mesin tersebut. 

SUDAH BACA INI BELUM?

(kpl/tys)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami