Alasan Mitsubishi Nekat Boyong Outlander PHEV ke Indonesia

Infrastruktur untuk mobil listrik di Indonesia belum siap, tapi Mitsubishi sudah nekat menghadirkan mobil listrik Mitsubishi Outlander PHEV, apa alasannya?

Kamis, 11 Juli 2019 20:30
Alasan Mitsubishi Nekat Boyong Outlander PHEV ke Indonesia Mitsubishi Outlander PHEV (Otosia.com/Nazarudin Ray)

Editor : Dini Arining Tyas
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - SUV listrik Mitsubishi Outlander PHEV resmi mengaspal di Indonesia. Akan diluncurkan secara resmi kehadapan public pada GIIAS 2019 mendatang. Mobil ini dibanderol mulai Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,3 miliar.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) selaku distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC) terbilang berani kendati infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia belum siap.

Presiden Direktur PT MMKSI, Naoya Nakamura mengaku infrastruktur itu memang menjadi salah satu kendala. Tapi, Outlander PHEV memungkinkan untuk diisi dayanya di rumah.

"Kami memahami bahwa infrastruktur untuk kebutuhan ini di Indonesia sedang dikembangkan. Kita lihat nanti bagaimana yang terjadi setelah ini. Namun kami sebisa mungkin dan jika memungkinkan akan ikut membantu dalam proses terkait hal ini," kata dia.

1 dari 1 Halaman

Transfer Pengetahuan

Transfer Pengetahuan

Naoya menambahkan, mendatangkan Outlander PHEV bukan semata-mata untuk bisnis, melainkan juga bagian dari strategi jangka panjang Mitsubishi untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

"Karena itu kami meminta kepada principal kami di Jepang, MMC (Mitsubishi Motor Corporation), untuk dapat mengalokasikan kendaraan PHEV untuk pasar Indonesia, kemudian kami jual di Indonesia," papar Noaya.

Selain itu pihak Mitsubishi mengupayakan terjadinya transfer pengetahuan teknologi kendaraan listrik di Indonesia. Lantas dia mencontohkan bagaimana umur pakai baterai, bagaimana menggantinya, daur ulang dan sebagainya.

"Pastinya aka ada transfer pengetahuan dari MMC selaku prinsipal," timpal Director of Sales & Marketing Division MMKSI, Irwan Kuncoro.

Sementara itu menyinggung pajak yang berimbas pada harga, Irwan Kuncoro menyatakan bahwa pihaknya telah mempertimbangkan banyak faktor, seperti PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah).

"Kita masih menggunakan tarif yang berlaku sekarang. Akan tetapi ke depannya bisa saja berubah, karena pemerintah sedang merencanakan memberikan insentif (kendaraan listrik)," pungkas Irwan.

 

(kpl/nzr/tys)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami