Adopsi Teknologi Evo X, Xpander Terbukti Anti Limbung

Meski berbadan bongsor, karakter berkendara Xpander terasa stabil, tidak limbung saat berbelok dan memiliki bantingan lembut ketika melewati jalan kurang rata.

Jum'at, 09 Maret 2018 20:15
Foto by Nazar Ray
Editor : Nurrohman Sidiq
Reporter : Muhammad Hafid Asisi

Otosia.com - Sebagai mobil MPV, Mitsubishi Xpander mengedepankan kenyamanan berkendara untuk penggunanya. Hal tersebut Otosia rasakan sendiri saat melakukan test drive yang diadakan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dari Solo menuju Yogyakarta.

Meski berbadan cukup besar, karakter berkendara Xpander terasa stabil, tidak limbung saat berbelok dan memiliki bantingan lembut ketika melewati jalan kurang rata. Rahasia kenyamanan ini sebenarnya terletak pada konstruksi suspensi yang mengadopsi teknologi sedan Evo X.

Mungkin Kamu akan bertanya-tanya bagaimana bisa karakter suspensi sedan yang biasanya keras, disematkan ke dalam sebuah MPV rasa SUV ini. Product Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar mengungkapkan, terdapat beberapa hal yang membuat Xpander memiliki kenyamanan maksimal.

Yang pertama adalah kombinasi suspensi berkarakter empuk dengan wheel track lebar. Hal ini membuat bantingan Xpander terasa lembut dan stabil, serta body roll minimal meskipun mobilnya tinggi.

"Small MPV atau small SUV ini pasti mikirnya mobil itu tinggi, kaku dan cenderung body roll. Semakin dia mengurangi body roll, mobilnya semakin kaku. Sebenarnya kunci dari body roll ini adalah wheel track yang lebar. Jadi ban kan dan kiri itu lebar sekali. Mobil kalau makin lebar makin stabil," jelas Rifat.

Di samping itu, geometri suspensi Xpander dikatakan Rifat mirip Evo X. Namun dengan hitungan yang berbeda dan menyesuaikan karakter MPV. Hal ini menjadi kunci dalam performa dan juga handling.

"Lebih ke filosofi matematikanya bukan mengambil komponen Evo. Kalau di bagian depan lebih ke top strut-nya, kalau belakang ke konstruksi. Hal ini membuat Xpander serasa sedan tapi bantingannya tidak keras," tambah Rifat.

Di bagian depan, suspensi juga memiliki bump stop di ujung yang membuat mobil terasa empuk, konstan dan tidak mental ketika melibas jalan keras.

Tak hanya itu, sebagai mobil berpenggerak roda depan, Xpander mengizinkan penggunaan kaki-kaki bagian belakang yang bersifat indepen. Artinya masing-masing roda akan tetap menempel, menyesuaikan permukaan jalan sehingga cengkraman terjaga.

"Xpander kan sistem penggerak rodanya pakai front wheel drive, di belakangnya pakai rear torsion bar independent suspension. Biasanya kalau mobil belok itu kan berasa limbung di bagian atas kiri dan kanan, tapi ini enggak, cuma mukanya saja yang pindah ke kiri dan ke kanan. Saat kecepatan makin bertambah, misalnya belok ke kanan, artinya suspensi belakang kiri turun. Nah, dengan rear torsion bar independent suspension seperti di Evo X, dia itu jongkok, membuat angle dan ada chamber-nya, di situ yang membuat grip-nya tetap ada," tutupnya.

SUDAH BACA INI JUGA?

(kpl/fid/sdi)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami