Ada Uji Emisi Kendaraan Gratis di DKI Jakarta, Jangan Kelewatan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan uji emisi kendaaraan bermotor secara gratis. Uji emisi kendaraan gratis itu dijadwalkan pada 6 Januari 2021 hingga 21 Januari 2021.

Senin, 04 Januari 2021 18:15
Ada Uji Emisi Kendaraan Gratis di DKI Jakarta, Jangan Kelewatan Uji emisi gas buang kendaraan bermotor (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Kendaraaan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor wajib melakukan uji emisi. Jika tidak, kendaraan bermotor tersebut akan dikenai disinsentif atau sanksi berupa tilang maupun tarif parkir yang tinggi.

Aturan disinsentif itu sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 66 Tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Aturan uji emisi kendaraan bermotor itu akan mulai diterapkan pada 24 Januari 2021.

Sehingga, semua kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor dengan usia lebih dari 3 tahun wajib melakukan uji emisi gas buang. Terkait uji emisi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah memberikan kemudahan bagi para pemilik mobil penumpang pribadi ataupun sepeda motor.

 

 

1 dari 3 Halaman

Pemprov DKI Jakarta memberikan layanan uji emisi kendaraan bermotor gratis hingga 21 Januari 2020 mendatang. "Buatmu pemilik kendaraan, baik sepeda motor dan mobil, yang sudah berusia 3 tahun, wajib melakukan ui emsisi gas buang," begitu tertulis pada unggahan akun Instagram resmi Pemprov DKI Jakarta @dkijakarta.

Uji emisi tersebut dijadwalkan sebanyak empat kali pada rentang 6 Januari 2021 hingga 21 Januari 2021 mulai pukul 09.00 - 12.00 WIB. Syarat mengikuti uji emisi gratis ini hanya menyertakan STNK.

"Berikut adalah jadwal kegiatan uji emisi gratis yang bisa kamu ikuti, pukul 09.00 - 12.00 WIB, dengan syarat menyertakan STNK." begitu tertulis.

2 dari 3 Halaman

Sanksi Tilang dan Tarif Parkir

Sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 66 Tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor, baik mobil ataupun sepeda motor yang tidak mengikuti atau tidak lulus uji emisi akan dikenai sanksi. Disinsentif atau sanksi itu berupa tarif parkir yang tinggi dan penegakan tilang.

"Disinsentif kendaraan yang tidak ikut atau pun tidak lulus uji emisi itu tertuang dalam Peraturan Gubernur 66/2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor yang diundangkan sejak 24 Juli 2020 serta mulai berlaku enam bulan kemudian," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Syaripudin, Rabu (30/12/2020).

Pergub ini hadir sebagai pengganti Peraturan Gubernur sebelumnya yaitu Pergub Nomor 92 Tahun 2007. Syaripudin menjelaskan Dinas Lingkungan Hidup DKI telah menggunakan sistem yang berfungsi merekam hasil pelaksanaan uji emisi.

3 dari 3 Halaman

Seperti dilansir dari Antara, sistem ini memungkinkan Polisi maupun Pemprov DKI untuk mengakses hasil uni emisi ketika bertugas melakukan pemeriksaan kendaraan.

Dia mengatakan, jika pemilik kendaraan bermotor yang tidak lulus uji emisi menggunakan fasilitas parkir di DKI Jakarta, maka otomatis ke depannya akan dikenakan tarif parkir tertinggi yang berlaku saat membayar.

Selain itu dari segi penindakan kepolisian dapat menjatuhkan sanksi tilang terhadap pemilik kendaraan bermotor yang tidak melaksanakan kewajiban melakukan uji emisi gas buang dan tidak memenuhi ambang batas emisi.

Penegakan hukum di jalan oleh Kepolisian dan Dinas Perhubungan mengacu kepada UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 285 dan 286, yaitu ancaman denda maksimal Rp 250.000 untuk sepeda motor dan ancaman denda maksimal Rp 500.000 untuk mobil.

(kpl/tys)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami