Ada Sistem Point Surat Izin Mengemudi, Apa Itu?

Sistem pengurangan poin untuk setiap pelanggaran lalu lintas akan diterapkan di Indonesia. Kini Polri tengah menggodok sistem tersebut.

Jum'at, 30 Agustus 2019 13:15
Ada Sistem Point Surat Izin Mengemudi, Apa Itu? Ilustrasi SIM (merdeka.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Pernah mendengar sistem poin pelanggaran lalu lintas? Biasanya sistem poin memang sering terlihat berlaku di negara-negara maju, seperti di Eropa, Amerika, atau Hong Kong jika di Asia.

Setiap jenis pelanggaran memiliki jumlah poin berbeda-beda. Tergantung kategorinya, ringan, sedang, dan berat.

Setiap negara memiliki kebijakan berbeda, ada yang menganut sistem pengurangan poin ada yang penambahan poin. Tapi intinya sama, poin menentukan kelayakan seseorang memiliki SIM.

Para pengendara di Indonesia juga akan merasakan hal yang sama seperti para pengendara kendaraan bermotor di negara maju. Ingat soal Smart SIM?

 

1 dari 2 Halaman

Sistem Penambahan Poin

Sistem Penambahan Poin

Pada saat Smart SIM diterapkan nanti, akan ada sistem poin yang diberlakukan. Kasubdit SIM Ditregident Korlantas Polri, Kombes Pol Hery Sutrisman, sistem poin pada Smart SIM tak jauh berbeda dengan yang sudah diterapkan di negara maju.

"Ini masih dalam tahap pembiocaraan, regulasi sampai saat ini masih terus digodok karena masalah siste poin seperti apa dan bagaimana itu nanti bukan Polri yang menentukan, tapi juga kehakiman dan lain-lainnya," papar Hery, seperti dikutip dari laman resmi NTMC Polri.

Setiap pelanggaran nantinya akan terekam dalam sistem pendataan Traffic Attitude Record (TAR). Pelanggaran lalu lintas itu akan tercatat secara otomatis dan dikenakan poin.

Pelanggaran ringan akan dikenai 1 poin. Sedangkan pelanggaran sedang 3 poin dan pelanggaran berat 5 poin. Setiap pengendara hanya diberikan 70 poin untuk batas pelanggaran, dengan maksimal 5 kali pelanggaran berkendara.

Pelanggaran yang tercatat dalam TAR tersebut akan berdampak pada De Merit Point System (DMPS( pemilik SIM. Sistem ini disebut bisa menjdai evaluasi sekaligus menerapkan sistem reward and punishment kepada pengemud atau pemilik SIM sendiri.

2 dari 2 Halaman

Reward and Punishment

Reward and Punishment

Bentuk reward and punishment:

Tanpa Uji, diberikan untuk pemilik SIM yang tidak pernah melakukan pelanggaran atau memiliki poin kurang dari 12 poin.

Uji Ulang, diberikan untuk pemilik SIM yang pernah terlibat dalam kecelakaan (tersangka) atau memiliki poin lebih dari 12 poin.

Cabut Sementara. Kepemilikan SIM akand icabut sementara sesuai dengan keputusan pengadilan. Ini diberikan untuk pemilik SIM yang mengemudi secara ugal-ugalan dan mengabaikan road safety seperti menggunakan narkoba, mengonsumsi miras atau kebut-kebutan saat berkendara.

Cabut Seumur Hidup. Sistem ini diberlakukan untuk pemilik SIM yang melakukan tabrak lari.

(kpl/tys)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami